Senin, 05 Februari 2018

Integrated Journal Learning



Sebagai seorang mahasiswa, membaca jurnal ilmiah adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Banyaknya tugas yang diberikan oleh Dosen kepada kita tidak semata-mata hanya bersumber dari textbook, namun perlu referensi lain yang menunjang ilmu dan pengetahuan, yaitu jurnal ilmiah.Memahami sebuah jurnal penelitian yang telah diterbitkan ditingkat nasional maupun internasional bukanlah suatu hal yang mudah bila tak sering dibiasakan dari awal seperti pepatah "reading becomes easier with experience".  

Membiasakan membaca jurnal penelitian pada awal perkuliahan akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan segala tugas-tugas yang diberikan, tidak hanya itu, dengan seringnya membaca jurnal kita bisa selangkah lebih maju dan mengetahui hal-hal yang mahasiswa lain tidak tahu.

Mendapatkan literatur selama kuliah dan dari buku-buku penunjang kuliah kemudian kita comot comot saat mengerjakan tugas ilmiah, kini dengan tulisan-tulisan ilmiah baik jurnal, skripsi, tesis, kita menelaah kembali lebih luas istilah istilah akademis 

Terms:
1. Baca Jurnal yang sudah disiapkan
2. Kemudian diambil petikan / poin-poin penting kemudian dikutip
3. Apabila ada "istilah baru" atau frasa yang tak dimengerti kemudian dicari penjelasannya dan diletakkan di Q n A Box 
4. Ditulis juga kesimpulannya
5. Sharing hasil yang didapat dengan teman untuk menambah wawasan anda
6. Perhatikan contohnya di bawah ini:

NB: dalam sebulan minimal pelajari 3-4 jurnal dengan tema besar yang sama untuk memudahkan pembelajaran dan memperjelas runtutuan materi tema besarnya. Selamat mencoba :)


Pendugaan Parameter Genetik dan Seleksi Karakter Kuantitatif Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) Populasi F3



16801 50544-1-pb (1) from Andrew Gates

Karakter kuantitatif dikendalikan oleh gen minor dan banyak karakter penting yang merupakan bagian dari karakter kuantitatif. Analisis pewarisan yang perlu dilakukan meliputi evaluasi keragaman genetik, korelasi karakter, analisis aksi gen, dan heritabilitas. Hal tersebut menjadi dasar dalam melakukan seleksi. Keragaman genetik sangat mempengaruhi keberhasilan suatu proses seleksi dalam program pemuliaan tanaman. Karakter yang akan dijadikan kriteria seleksi harus memiliki korelasi positif terhadap produksi. Kemajuan seleksi yang baik akan tercapai jika nilai heritabilitas karakter seleksi tergolong tinggi.


Q and A
Karakter kualitatif merupakan wujud fenotipe yang saling berbeda tajam antara satu dengan yang lain secara kualitatif dan masing-masing dapat dikelompokkan dalam bentuk kategori. Karakter kualitatif biasanya dapat diamati dan dibedakan dengan jelas secara visual, karena umumnya bersifat diskret.
Ex: Kehijauan daun, warna, rasa, ketahanan terhadap OPT
Karakter kuantitatif umumnya dikendalikan oleh banyak gen dan merupakan hasil akhir dari suatu proses pertumbuhan dan perkembangan yang berkaitan langsung dengan karakter fisiologi dan morfologis. Diantara kedua karakter ini, karakter morfologis lebih mudah diamati, misalnya produksi tanaman sering dijadikan obyek pemuliaan tanaman.
Ex: jumlah tongkol, jumlah bulir, jumlah polong


Data dianalisis: Koefisien Keragaman Genetik (KKG) dan Heritabilitas arti luas



Korelasi antar karakter pengamatan: Perhitungan koefisien korelasi dilakukan pada data kuantitatif untuk menghitung keeratan hubungan antar peubah karakter dengan metode Pearson.
Heritabilitas arti luas – karakter seleksi : Seleksi dilakukan dengan seleksi simultan untuk beberapa karakter menggunakan seleksi indeks.

Keragaman genetik suatu karakter dapat dilihat dari rentang sebaran data karakter tersebut. Keragaman genetik juga dapat dilihat dari persentase koefisien keragaman genetik (KKG) karakter yang diamati. Alnopri (2004) menggolongkan keragaman genetik menjadi 3 kriteria yaitu sempit jika nilai KKG 0-10%, sedang jika KKG bernilai 10-20%, dan luas jika nilai KKG lebih besar dari 20%.

Nilai heritabilitas menjadi dasar dalam penentuan karakter seleksi. Heritabilitas diklasifikasikan berdasarkan kriteria rendah hingga tinggi. Heritabilitas dikatakan tinggi jika nilai heritabilitas lebih besar dari 50%, cukup tinggi bila nilainya pada 20 hingga 50%, dan rendah bila lebih kecil dari 20%. Pendugaan heritabilitas suatu karakter dipengaruhi oleh enam faktor, yaitu karakteristik populasi yang diuji, jumlah genotipe yang dievaluasi, metode estimasi yang digunakan, keefektifan penilaian, adanya ketidakseimbangan linkage dan rancangan penelitian yang digunakan di lapangan.

HASIL DAN KERAGAMAN GENETIK TUJUH KLON TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) DI DUA LOKASI DENGAN KETINGGIAN BERBEDA



1605 2977-1-pb from Andrew Gates

Karakter tanaman dikendalikan oleh gen dalam sel. Karakter tanaman yang tampak dan dapat diamati secara visual disebut fenotipe. Fenotipe merupakan pengaruh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan, oleh karena itu selain berusaha untuk memperbaiki susunan genetik (genotipe) diperlukan juga perbaikan kultur teknis sehingga kondisi lahan lebih sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman tersebut.

Nilai heritabilitas (H) dalam arti luas
Klasifikasi nilai heritabilitas
a. Rendah <20 o:p="">
b. Sedang 20% - 50%
c. Tinggi >50%
Nilai Koefisien Variabilitas genetik (KVG)
KVG relatif = (√ /rerata) x 100%
Klasifikasi nilai Koefisien Variabilitas Genetik mutlak
a. Rendah 0 % ≤ X ≤25%
b. Agak rendah 25% ≤ X ≤ 50%
c. Cukup tinggi 50% ≤ X ≤ 75%
d. Tinggi 75% ≤ X ≤ 100%


Q and A
Variasi genetik akan membantu dalam mengefisienkan kegiatan seleksi. Apabila variasi genetik dalam suatu populasi besar, ini menunjukkan individu dalam populasi beragam sehingga peluang untuk memperoleh genotip yang diharapkan akan besar (BAHAR dan ZEIN, 1993).


Rentang data yang luas dan nilai KKG lebih besar dari 20% ini menjadikan karakter bobot per tanaman, bobot per buah, dan jumlah buah pertanaman memiliki keragaman genetik yang luas.


Q and A
Ada dua metode analisis korelasi dan satu metode analisis regresi yang dipakai pada praktikum kali ini, yaitu analisis korelasi parametrik metode Pearson, analisis korelasi nonparametrik metode Spearman, dan analisis regresi linear. Metode Pearson merupakan metode pengujian korelasi yang umumnya dipakai untuk menguji data yang bersifat parametrik (data pengukuran kuantitatif), sedangkan metode Spearman merupakan metode pengujian korelasi yang umumnya dipakai untuk menguji data yang bersifat nonparametrik (data pengukuran dapat berupa data kualitatif).

Indeks seleksi:



Variabel pengamatan yang memiliki nilai koefisien variabilitas genetik yang tinggi yaitu jumlah pucuk peko per tanaman, bobot pucuk peko per tanaman dan bobot pucuk peko per plot. Nilai koefisien variabilitas genetik yang tinggi memiliki arti bahwa perbedaan nilai genetik pada sifat-sifat tersebut yang dilihat dari fenotipenya adalah besar, hal ini menunjukkan bahwa sifat-sifat tersebut dapat dijadikan sebagai bahan seleksi. Dengan nilai koevisien variabilitas genetik yang tinggi memiliki peluang yang lebih besar dalam seleksi karakter terbaik jika dibandingkan dengan karakter-karakter yang memiliki nilai koevisien variabilitas genetik yang rendah.

KESIMPULAN
1. Tujuh klon teh yang ditanam di dua lokasi dengan ketinggian tempat berbeda menunjukkan respon (bobot pucuk total per plot) yang tidak sama. Klon PGL 3 (4456,5 g), PGL 4 (4430,1 g) dan PGL 10 (4337,9 g) memiliki kecenderungan bobot pucuk total per plot yang lebih tinggi dibandingkan klon-klon lainnya di lokasi Kayulandak sedangkan di kebun bagian Andongsili kecenderungan serupa diperlihatkan oleh klon PGL 3 (4023,7 g), PGL 10 (3129,6 g) dan Gambung 9 (3036,8 g).
2. Ketinggian tempat lokasi penelitian yang berbeda tidak berpengaruh terhadap bobot pucuk total per plot pada masing-masing klon yang diuji, tetapi terdapat kecenderungan bobot pucuk total per plot di kebun bagian Kayulandak lebih tinggi dibandingkan dengan kebun bagian Andongsili.

3. Nilai Koefisien Variabilitas Genetik (KVG) dan Heritabilitas (H) yang tinggi diperlihatkan oleh variabel pangamatan jumlah pucuk peko per tanaman, bobot pucuk peko per tanaman dan bobot pucuk peko per plot.

Variabilitas dan seleksi awal populasi tanaman teh hasil persilangan buatan



Variabilitas dan seleksi awal populasi tanaman teh hasil persilangan buatan (2) from Andrew Gates

Klon teh yang diperoleh dari perbanyakan secara vegetatif dari tanaman induk asal biji yang mempunyai kelebihan dalam sifat tertentu akan memiliki susunan genetik yang sama sebagai hasil pembelahan mitosis

Luas atau sempitnya variabilitas suatu populasi seleksi akan menentukan keberhasilan proses seleksi. Variabilitas merupakan tingkat atau ukuran keragaman dari suatu populasi. Informasi mengenai variabilitas suatu populasi seleksi penting untuk diketahui.


Variabilitas yang sempit akan mengakibatkan kesulitan bagi pemulia untuk melakukan seleksi, karena tingkat keseragaman dari populasi yang tinggi. Lain halnya bila variabilitas suatu populasi luas, maka pemulia dapat melakukan seleksi secara efektif karena tingkat keseragaman yang rendah.


Pada pemuliaan tanaman membiak vegetatif, pemilihan tetua persilangan sangat penting karena tetua persilangan merupakan satu-satunya sumber variabilitas genetik populasi tanaman tersebut. Penentuan tetua persilangan sangat menentukan besarnya kemajuan genetik akibat seleksi, selain juga intensitas seleksi yang diterapkan.

Tanaman teh yang menyerbuk silang memiliki konstitusi genetik yang heterozigous, dan bila terjadi persilangan maka gengen akan bersegregasi. Akibat dari segregasi gen-gen ini yang menjadikan turunan F1 dari hasil persilangan beragam.
Pada tanaman teh, yang diperbanyak secara vegetatif, efek dari segregasi gen tersebut secara otomatis tidak ada à karena Mitosis


Hukum Segregasi Mendel menyatakan bahwa dua faktor keturunan terpisah ketika gamet terbentuk. Ketika pembuahan terjadi, keturunannya menerima satu faktor keturunan dari masing-masing gamet, sehingga keturunan yang dihasilkan memiliki dua faktor. (Anak menerima salah satu faktor dari setiap orangtua, mengakibatkan dua faktor untuk masing-masing sifat pada keturunannya.)


Informasi mengenai variabilitas suatu populasi seleksi penting untuk diketahui. Luas atau sempitnya variabilitas suatu populasi seleksi akan menentukan keberhasilan proses seleksi. Variabilitas merupakan tingkat atau ukuran keragaman dari suatu populasi, variabilitas yang sempit akan mengakibatkan kesulitan bagi pemulia untuk melakukan seleksi, karena tingkat keseragaman dari populasi yang tinggi. Lain halnya bila variabilitas suatu populasi luas, maka pemulia dapat melakukan seleksi secara efektif karena tingkat keseragaman yang rendah. Dalam usaha perbaikan kultivar, diperlukan adanya plasma nutfah dengan variabilitas genetik yang cukup luas agar tujuan yang hendak diraih dapat dicapai dalam waktu yang lebih cepat.

Luas sempitnya variabilitas ditentukan dengan membandingkan nilai varians dengan standar deviasinya (Sdσ2) sesuai ketentuan dari Anderson dan Bancroft. Variabilitas dinyatakan luas bila nilai varians lebih besar dari dua kali standar deviasinya (σ2>2Sdσ2), sebaliknya variabilitas dinyatakan sempit bila nilai variansnya lebih kecil atau sama dengan dua kali nilai standar deviasinya (σ2 ≤ 2Sdσ2).

KESIMPULAN
1. Variabilitas karakter hasil dan komponen hasil menunjukan bahwa karakter hasil per perdu, jumlah peko, dan jumlah pucuk burung menunjukan variabilitas yang luas, sedangkan karakter bobot p+3, bobot p+2 dan bobot pucuk burung tergolong sempit variabilitasnya.
2. Dari 105 pohon induk yang diamati, terseleksi sebanyak delapan perdu yang memiliki potensi hasil yang tinggi di atas 4.138 kg/ha/th, yaitu perdu no. 156, no. 99, no. 22, no. X4, no. 41, no 136, no 38, dan no.45, dengan potensi hasil tertinggi 6.261,98 kg/ha/th dan terendah 4.290,00 kg/ha/th.

3. Perdu-perdu yang terpilih perlu diuji lebih lanjut untuk karakter perakaran, ketahanan hama dan penyakit, potensi kualitas, dan uji baris agar hasil penelitian lebih objektif.

Korelasi genotipik morfologi daun dengan kandungan katekin pada tanaman teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze)



Katekin terbagi atas EC, ECG, EGC, EGCG, C, dan CG. Ditinjau manfaat teh sebagai minuman kesehatan, peningkatan kandungan katekin sangat bermanfaat karena katekin berfungsi sebagai salah satu antioksidan penangkal radikal bebas dalam tubuh, pengurang kandungan kolesterol dalam tubuh, pencegah kanker dan serangan jantung, dan baik untuk penderita tekanan darah tinggi. Katekin merupakan senyawa yang paling utama pada daun teh. Pucuk dan daun muda tanaman teh mengandung katekin sebesar 70-80%. Katekin merupakan senyawa flavanoid utama yang terkandung dalam daun muda teh sekitar 25-30% dari berat kering daun muda.

Berdasarkan morfologi tanaman, Kanthamani (1971) menyatakan bahwa karakter bulu (trikhoma) pada permukaan bawah daun muda berkorelasi dengan kandungan poliphenol pada tanaman teh. Semakin banyak jumlah trikhoma pada daun muda, maka kualitas teh hitam akan semakin baik

Semakin banyak stomata dalam daun dapat mengindikasikan bahwa klon teh tersebut mempunyai potensi untuk menghasilkan kandungan katekin yang lebih tinggi.

Tanaman teh yang memiliki sudut daun yang sempit akan menghasilkan fotosintat yang lebih besar dibandingkan sudut daun yang lebar.

KESIMPULAN

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter morfologi yang berkorelasi nyata dengan kandungan katekin adalah karakter kerapatan stomata dan sudut daun indung. Seleksi tidak langsung untuk kandungan katekin dapat mempertimbangkan karakter kerapatan stomata dengan memperhatikan karakter morfologi lain yang berpengaruh tidak langsung secara seksama. Karakter sudut daun indung dapat dijadikan indikator seleksi tidak langsung terhadap kandungan katekin.

PENDUGAAN PARAMETER GENETIK HASIL DAN KOMPONEN HASIL GALUR - GALUR PADI LOKAL ASAL BANTEN


Menurut Frey (1983) pemuliaan tanaman meliputi tiga fase kegiatan, yaitu: a) menciptakan variabilitas genotipe dalam suatu populasi tanaman, b) seleksi genotipe yang memiliki gen-gen pengendali karakter target, c) melepas varietas terbaik untuk produksi pertanian. Beberapa parameter genetik yang dapat digunakan sebagai pertimbangan agar seleksi efektif dan efisien adalah variabilitas genetik, haritabilitas, korelasi dan pengaruh dari karakter-karakter yang erat kaitannya dengan hasil tanaman.

Seleksi berdasarkan data analisis kuantitatif yang berpedoman kepada nilai heritabilitas, keragaman genotipik dan fenotipik, korelasi genotipik dan fenotipik dapat membantu ketajaman seleksi sehingga hasil yang didapatkan lebih akurat.


    Q and A

Heritabilitas menempati posisi yang amat penting dalam hal analisis genetika populasi dan genetika kuantitatif. Selain itu juga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan atatu assessment metode seleksi yang cocok bagi suatu populasi pemuliaan.

Metode pendugaannya sangat bermacam-macam dikarenakan tergantung dari susunan genetik populasi populasi yang akan dikaji, tetapi ada tiga “mazhab” utama yang bisa dijadikan penentuannya, yaitu: cara regresi dari Pearson dan Galton, cara uji skala dengan menggunakan analisis rerata generasi dari Sewall Wright, dan cara analisis varians yang dikembangkan oleh Ronald Fisher .

Heritabilitas merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagian dari keragaman total atau yang diukur dengan ragam dari suatu sifat yang diakibatkan dalam dua konteks. Secara luas, pengaruh keturunan tersebut termasuk seluruh pengaruh gen, yaitu gen aditif, dominant dan epistatik. Heritabilitas dalam arti luas ini dilambangkan dengan H. Namun, taksiran pengaruh genetik aditif biasanya lebih penting dari pada pengaruh genetik total. Oleh karena itu sekarang dalam pustaka dan penelitian tentang pemuliaan ternak, istilah  heritabilitas menunjukkan taksiran aditif dari ragam keturunan dan dituliskan dengan simbol h2.

Terkadang dugaan ini yang paling berguna untuk menunjukkan laju perubahan yang dapat dicapai dari seleksi untuk sifat tersebut dalam populasi. Kecuali jika ditunjukkan, istilah heritabilitas dengan simbol h2 dalam buku ini menunjukkan heritabilitas dalam arti yang sempit.
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa fenotipe pada seekor ternak ditentukan oleh faktor genetik dan non genetik. Faktor genetik ialah faktor yang mendapatkan perhatian pemuliaan ternak, sebab faktor genetik tersebut akan diwariskan dari generasi tetua kepada anaknya. Selanjutnya perlu diketahui juga sampai sejauh mana fenotipe seekor ternak dapat digunakan sebagai indikator dalam menduga mutu genetik suatu ternak. Untuk itulah kemudian dikembangkan suatu konsep yang berupa koefesien yang dikenal dengan heritabilitas.

Heritabilitas dalam arti luas hanya dapat menjelaskan berapa jumlah bagian dari keragaman fenotipik yang dikarenakan pengaruh genetik dan berapa bagian pengaruh faktor lingkungan, tetapi tidak dapat menjelaskan proporsi keragaman fenotipik pada tetua yang dapat diwariskan pada turunannya. Diketahui bahwa genotipe pada seekor ternak tidak akan diwariskan secara keseluruhan pada turunannya. Keunggulan seekor ternak yang disebabkan oleh gen-gen yang telah beraksi secara dominansi dan epistasis akan terpecah pada saat proses pindah silang dan segregasi dalam sebuah meoisis. Oleh karena itu, heritabilitas dalam arti luas tidak bermanfaat dalam pemuliaan ternak.

Kedua, heritabilitas dalam arti sempit atau narrow sense adalah perbandingan antara ragam genetik additif dengan ragam fenotipik. Heritabilitas dalam arti sempit yang selanjutnya disebut dengan heritabilitas atau dengan notasi h2. Untuk banyak tujuan, heritabilitas dalam arti yang sempit (h2) merupakan dugaan yang paling banyak bermanfaat sebab mampu menunjukkan laju perubahan yang dapat dicapai dengan proses seleksi untuk suatu sifat di dalam suatu populasi. Pengaruh taksiran additif biasanya lebih penting dari pada pengaruh genetik total. Sedangkan ragam dominan dan epistasis pada umumnya kurang respon terhadap proses seleksi dan tidak diturunkan dari generasi tetuanya kepada anaknya.



Hasil dan komponen hasil merupakan sifat kuantitatif. Karakter hasil sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama fluktuasi iklim, dibandingkan dengan komponen hasil (Permadi dkk., 1993). Rasio antara ragam genotipe dan ragam fenotipe dari suatu sifat dinyatakan dalam nilai heritabilitas (Utomo, 1982).

Nilai heritabilitas berguna untuk menentukan derajat perbedaaan fenotipe yang disebabkan oleh pengaruh genotipe (Johnson, 1963). Keragaman genetik disebabkan oleh perbedaaan nilai genotipe suatu populasi, dinyatakan dengan koefisien keragaman genetik.

Nilai koefisien keragaman genetik membantu pengukuran diversitas genetik pada suatu sifat dan melengkapi cara dalam membandingkan keragaman genetik di dalam sifat sifat kuantitatif.

Kemajuan seleksi yang efektif didapatkan dengan menggunakan koefisien keragaman genetik dipadu dengan nilai heritabilitas (Dimyati, 1977). Kemajuan genetik atau respons seleksi dan heritabilitas yang tinggi sangat menentukan keberhasilan seleksi untuk lingkungan yang sesuai

KESIMPULAN
1. Nilai heritabilitas tinggi ditunjukkan pada karakter jumlah anakan, panjang malai dan bobot gabah isi per rumpun.
2. Nilai kemajuan genetik tinggi ditunjukkan pada karakter bobot gabah isi per rumpun.
3. Karakter jumlah anakan, jumlah malai dan bobot 1000 butir berkorelasi nyata positif dengan hasil (bobot gabah isi per rumpun) sedangkan panjang malai berkorelasi tidak nyata.
4. Karakter hasil, jumlah anakan, jumlah malai dan bobot 1000 butir berpeluang besar dijadikan indikator seleksi untuk perbaikan hasil padi lokal asal Banten melalui seleksi.

5. Seyogyanya perlu dilakukan pengujian kembali galur-galur padi lokal asal Banten ini pada musim tanam yang berbeda (musim kemarau/musim hujan) untuk memantapkan konsistensi tanggapan karakter hasil dan komponen hasil terhadap faktor lingkungan.

Kamis, 01 Februari 2018

Kelas Kepemimpinan

Kelas kepemimpinan ini bertujuan membangun softskill dan ketrampilan manajemen diri mahasiswa saat maupun sebelum memasuki masa perkuliahan. Dengan harapan dapat diserap secara optimal dan dapat diimplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka kelas ini diadakan dalam satu semester (6 bulan). Syarat masuk mendapatkan sertifikat tanda telah menyelesaikan kelas kepemimpinan ini selain dengan mengikuti tes akhir yang sudah dipersiapkan, mengikuti penuh pertemuan (minimal 25 persen absen kehadiran), membuat ringkasan buku berupa mindmap (buku yang diperkenankan berupa buku self-improvement, motivation, maupun buku lainnya yang menunjang pengembangan softskill peserta, boleh karangan John Maxwell, maupun buku karangan penulis lainnya), ringkasan buku yang dikunakan sebagai literature penunjang perkuliahan (boleh salah satu mata kuliah, diringkas berupa mindmap), resume jurnal internasional minimal 10 jurnal. Ringkasan dan resume dikumpulkan berupa softfile dipresentasikan di akhir pertemuan (sebelum ujian akhir semester) dalam kelompok kecil, dibimbing oleh asisten dosen yang sudah ditentukan, kemudian disatukan dalam satu file besar. Boleh dipublikasikan di internet (berupa blogspot, wordpress, dll), boleh juga untuk dokumen pribadi.


 101 Hal-hal yang Harus Diketahui Oleh Para Pemimpin

Bagaimana Saya Bisa Berkembang sebagai Pemimpin?

Kepemimpinan berkembang dari hari ke hari, bukan dalam satu hari
“Rahasia kesuksesan kami tertuang dalam agenda harian kami” Hal yang harus diingat bahwasanya kemampuan memimpin dibangun dari berbagai keterampilan yang hampir semuanya dapat dipelajari dan dikembangkan. Pemimpin memerlukan banyak sekali masukan agar ia bias efektif

Kepemimpinan adalah mengenai pengaruh

Pemimpin yang sukses adalah pembelajar.
Proses belajar yang terus terjadi adalah hasil dan disiplin pribadi dan ketekunan. Menyadari bahwa Anda tidak benar-benar memahami suatu kebenaran adalah langkah besar bagi ilmu pengetahuan. “Saya harus mulai mengumpulkan sumber daya dan mempelajarinya.

Kamu akan menjadi pemimpin besar, namun itu tidak akan terjadi begitu saja. Mulailah membayar harganya dari sekarang.
Saya yakin bahwa duapuluh tahun lagi kamu bisa menjadi pemimpin besar. Saya ingin mendorongmu untuk terus mempelajari kepemimpinan seumur hidupmu. Bacalah buku, dengarkanlah kaset secara berkala, dan teruslah menghadiri seminar. Setiap kali kamu menemukan kebenaran yang sangat penting atau ungkapan yang berarti, catatlah untuk masa depan.

Seorang juara tidak menjadi juara di atas ring, mereka hanya dikukuhkan di sana. Itu benar. Jika anda ingin melihat di mana seseorang berkembang menjadi juara , lihatlah rutinitas hariannya

Anda dapat memetakan rencana pertandingan atau rencana hidup. Namun ketika pertandingan dimulai, anda menyerah pada reflex anda. Itulah saat dimana apa yang anda latih akan terlihat. Jika tidak berlatih dipagi hari yang gelap, anda akan menuai hasilnya dibawah lampu sorot panggung yang sangat terang

“Bukan kritik yang penting, bukan juga orang yang menemukan bagaimana orang kuat bisa jatuh, atau dimana seseorang bias melakukannya dengan baik. Penghargaan adalah milik orang yang terjun ke gelanggang, yang wajahnya kotor karena debu, keringat, dan darah, yang berjuang dengan gagah berani, yang melakukan kesalahan dan bangkit lagi dan lagi, yang benar-benar antusias, benar-benar setia, dan mengabdikan dirinya bagi sebuah tujuan mulia. Hal terbaik yang bias terjadi adalah orang ini akhirnya meraih prestasi tinggi, namun yang terburuk, ia gagal. Tetapi ia gagal dengan keberanian yang besar, sehingga tempatnya bukanlah bersama jiwa-jiwa yang beku dan takut, yang tidak mengenal baik kemenangan maupun kekalahan.”

“Jangan berhenti, sekali saja kamu berhenti, kamu akan terbiasa seperti itu”

“Jika anda memiliki banyak alasan mengapa anda tidak bias berdisiplin, sadarilah bahwa itu hanyalah cara anda untuk membenarkan diridan harus dihadapi jika ingin naik ke tingkatan yang lebih tinggi sebagai pemimpin”

“Jika saat ini anda kurang berdisiplin mungkin anda terbiasa menghabiskan pencuci mulut sebelum memakan sayuran”

“Setiap kali anda lebih berkonsentrasi pada kesulitan sebuah pekerjaan, bukan pada hasil atau imbalannya, anda akan cenderung putus asa”

Sukses dapat didefinisikan sebagai realisasi progresif terhadap sasaran yang telah ditentukan

Ingat bukan seberapa keras anda bekerja namun seberapa cerdas anda bekerja

Senin, 15 Januari 2018

SILABUS MATA KULIAH PROGRAM SARJANA FAKULTAS PERTANIAN UGM

SILABUS MATA KULIAH PROGRAM SARJANA FAKULTAS PERTANIAN UGM

MATA KULIAH DASAR
Fisika Dasar (MFS 1100; 2/0)
Satuan dasar dan vektor, persamaan-persamaan gerak lurus dan lengkung, Hukum I, II, III Newton, kerja, gaya konservatif, daya, momentum, dan gaya sentral. Sistem zarah, kinematika dan dinamika benda tegar, serta torka. Getaran, gelombang, bunyi dan elastisitas. Mekanika fluida: statika dan dinamika. Kalorimetri, pemuaian, panas laten, perpindahan panas, dan hukum termodinamika. Elektrostatika: Kuat medan dan potensial istrik, kapasitor. Elektrodinamika: Tahanan, hukum ohm, untai listrik DC, kemagnetan, arus bolak-balik, dan harga RMS. Optika: Gelombang elektromagnet, cahaya, interferensi, dan difraksi. Teori foton, gelombang de Broglie, atom sederhana, atom kompleks, zat padat, dan zarah elementer.

Kimia Anorganik (MKS 1100; 2/0)
Simbol unsur, nomor dan massa atom, rumus senyawa. Reaksi dan koefisien, jenis reaksi, konsentrasi larutan, konversi dalam reaksi, bahan pelarut kimia. Elektrostatis, sintesis, berat jenis, panas jenis, titik beku, titik didih, titik lebur, sublimasi, asam, hidroksida, water potable (air minum). Reaksi oksidasi reduksi, asam, basa, transfer elektron, katode dan anode. Radioaktivitas dan unsur radio aktif, sinar α, β, γ suksesi desintegrasi radioaktif. Unsur alkali, alkali tanah, karbon, nitrogen, sulfur, dan logam.

Matematika (MMS 1101; 3/0)
Sistem bilangan dan himpunan. Fungsi, deret dan limit. Derivatif I: pengertian, diferensial, arti geometris, garis singgung, derivatif sebagai laju. Derivatif II: derivatif orde tinggi, fungsi naik turun, grafik fungsi, deret Taylor. Matriks: aljabar, invers, operasi elementer, susutan Gauss, determinan, susunan persamaan linier.

Kimia Organik (MKS 1201; 2/0)
Atom dan molekul. Orbital dalam ikatan kovalen. Isometri struktur, dan tatanama. Spektroskopi dan IR. Stereokimia. Senyawa hidrokarbon, alkohol, eter, dan amina. Resonansi dan aromatisitas. Alkil halida dan senyawa karbonil. Karbobhidrat, lemak dan protein.

Statistika (PNB 1241; 2/0)
Ruang lingkup dan kegunaan statistika. Penyajian data, daftar frekuensi, histogram dan dahan-daun, diagram kotak, garis dan pancaran titik. Kaidah peluang. Pembahasan mengenai populasi dan contoh.

Biologi Umum (BIO 1101; 2/1)
Biologi sebagai ilmu. Organisasi kehidupan: bahan kimia, molekul, dan organisme. Pembagian organisme dalam hubungannya dengan pertanian. Dunia tumbuhan khususnya spermatophyta: sitologi, histologi, dan organologi tumbuhan. Identifikasi, klasifikasi tumbuhan dan peranannya di bidang pertanian. Zoologi: pendahuluan. identifikasi, klasifikasi (invertebrata, vertebrata), peran dan arti penting hewan dalam pertanian berbasis tumbuhan/tanaman. Organisasi tubuh, fisiologi.

Biokimia (PNU 2102; 2/1)
Pengantar yang membahas tentang karakteristik bahan hidup, peranan biokimia dalam
memahami proses kehidupan dan over-view tentang penyusun biomolekul serta sifat-sifat
biomolekul, ensim, DNA, dan RNA, metabolisme dan fungsi biologis karbohidrat, lipida,
asam amino dan peptida (protein), serta alur informasi genetika.
Panduan Akademik Program Sarjana, cetakan tahun 2015 71

Bahasa Inggris (BDU 2106; 2/0)
Review tentang tatabahasa Inggris (dibandingkan dengan tatabahasa Indonesia), reading
skills (memahami tatabahasa dan isi bahan bacaan: jurnal, informasi teknis, buku, atau
bentuk publikasi lainnya dalam bidang pertanian), writing skills (mampu menulis dan
menerapkan tatabahasa yang benar baik dalam format surat bisnis, surat lamaran,
ataupun laporan ilmiah yang berupa abstrak, ringkasan, dan poster).

Pengantar Ilmu Pertanian (PNU 1101; 2/0)
Pembahasan arti dan sejarah perkembangan pertanian, sistem pertanian, kelembagaan
pertanian, peranan pendidikan pertanian dan penerapan ilmu serta teknologi dalam
pembangunan nasional, peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional, pangan,
kesejahteraan penduduk, hak asasi manusia dan lingkungan, pertanian masa depan dan
kebijakan nasional, serta kesepakatan global di bidang pertanian.

Metodologi Penelitian (PNU 3104; 2/1)
Pengertian penelitian dan percobaan serta perencanaannya, metode pengumpulan data
(kuesioner, wawancara, observasi), tatacara dan persiapan, teknik percobaan lapangan,
rancangan dan analisis data serta penarikan kesimpulan.

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (PNU 3205; 3/0)
Mengkaji definisi dan ruang lingkup pengembangan wilayah. Prinsip dasar tata ruang
(pengembangan pada tingkat nasional, regional, perkotaan, pedesaan, aspek SDA dan
SDM). Di tingkat nasional dan regional perlu zonasi interaksi antara tanah dan iklim,
ketersediaan SDM, aspek sarana dan prasarana fisik wilayah. Pada tingkat perkotaan dan
perdesaan perlu diketahui kebutuhan bahan dasar, potensi fisik daerah, potensi SDA,
sarana perkotaan/pedesaan. Potensi dan pengelolaan faktor fisik berwawasan lingkungan
(landscape planning, pengelolaan fisik dan budidaya, konservasi lahan dan air, dasardasar
perhitungan nilai tambah secara ekonomis). Ekonomi lahan.

Bahasa Inggris (BDU 2106; 2/0)
Review tentang tatabahasa Inggris (dibandingkan dengan tatabahasa Indonesia), reading
skills (memahami tatabahasa dan isi bahan bacaan: jurnal, informasi teknis, buku, atau
bentuk publikasi lainnya dalam bidang pertanian), writing skills (mampu menulis dan
menerapkan tatabahasa yang benar baik dalam format surat bisnis, surat lamaran,
ataupun laporan ilmiah yang berupa abstrak, ringkasan, dan poster).

Pengantar Ilmu Pertanian (PNU 1101; 2/0)
Pembahasan arti dan sejarah perkembangan pertanian, sistem pertanian, kelembagaan
pertanian, peranan pendidikan pertanian dan penerapan ilmu serta teknologi dalam
pembangunan nasional, peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional, pangan,
kesejahteraan penduduk, hak asasi manusia dan lingkungan, pertanian masa depan dan
kebijakan nasional, serta kesepakatan global di bidang pertanian.

Metodologi Penelitian (PNU 3104; 2/1)
Pengertian penelitian dan percobaan serta perencanaannya, metode pengumpulan data
(kuesioner, wawancara, observasi), tatacara dan persiapan, teknik percobaan lapangan,
rancangan dan analisis data serta penarikan kesimpulan.

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (PNU 3205; 3/0)
Mengkaji definisi dan ruang lingkup pengembangan wilayah. Prinsip dasar tata ruang
(pengembangan pada tingkat nasional, regional, perkotaan, pedesaan, aspek SDA dan
SDM). Di tingkat nasional dan regional perlu zonasi interaksi antara tanah dan iklim,
ketersediaan SDM, aspek sarana dan prasarana fisik wilayah. Pada tingkat perkotaan dan
perdesaan perlu diketahui kebutuhan bahan dasar, potensi fisik daerah, potensi SDA,
sarana perkotaan/pedesaan. Potensi dan pengelolaan faktor fisik berwawasan lingkungan
(landscape planning, pengelolaan fisik dan budidaya, konservasi lahan dan air, dasardasar
perhitungan nilai tambah secara ekonomis). Ekonomi lahan.

PROGRAM STUDI AGRONOMI
Dasar-Dasar Agronomi (PNA 1240; 2/1)
Pengertian pertanian dan agronomi beserta ruang lingkup dan peranannya dalam
pembangunan pertanian, asal penyebaran dan penggolongan tanaman pertanian, macam
sistem pertanian, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, pembukaan dan
konservasi lahan, perbanyakan tanaman, teknik budidaya tanaman, penggunaan
teknologi maju dalam bidang pertanian, panen dan persiapan pasca panen, kasus
pembangunan pertanian di Indonesia.

Manajemen Tanaman (PNA 3252; 2/1)
Pembahasan proses dasar dan faktor penentu produksi tanaman, interaksi tanaman dan
lingkungan tumbuh, konsep dan manajemen tanaman sehat. Identifikasi, karakterisasi
dan evaluasi sistem pertanaman. Berbagai usaha budidaya menuju sistem pertanaman
berkualitas, berkelanjutan dan menguntungkan (profitable).

Budidaya Tanaman Semusim (PNA 3144; 2/1)
Pengertian, pengelompokan, sifat-sifat khusus tiap kelompok tanaman semusim.
Pengaruh faktor genetik, edafik, klimatik dam fisiografik terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman. Faktor genetik membicarakan sifat-sifat dan cara memperoleh varietas unggul.
Faktor edafik mencakup kesuburan, faktor klimatik meliputi curah hujan suhu, dan
cahaya. Faktor fisiografik membicarakan pengaruh topografi dan letak lintang kaitannya
dengan hasil tanaman. Cara dan sistem budidaya tanaman meliputi persemaian,
penanaman, pola dan sistem tanam serta, pemeliharaan. Cara budidaya tebu, tembakau,
tanaman serealia, tanaman kacangan, tanaman serat dan tanaman umbi-umbian.

Budidaya Tanaman Tahunan (PNA 3248; 2/1)
Pengertian, pengelompokan, sifat-sifat khusus dan syarat tumbuh tiap kelompok tanaman
tahunan. Cara dan sistem budidaya tanaman mencakup pembukaan lahan, pembibitan,
penanaman, pemeliharaan, pemangkasan, pohon pelindung, tanaman penutup tanah,
diversifikasasi tanaman dan perlindungan tanaman serta pemungutan hasil. Cara
pembukaan dan konservasi lahan, pembuatan lobang tanam, pola jarak tanam, dan
penanaman bibit. Pemeliharaan tanaman mencakup penjarangan, pemupukan dan dan
pendangiran. Pemangkasan meliputi bentuk, cara dan tujuan pemangkasan. Macam dan
kelemahan pohon pelindung dan penutup tanah.

Ilmu Gulma (PNA 3256; 2/1)
Pengertian peran klasifikasi, sifat biologi dan penyebaran gulma, klasifikasi gulma
berdasarkan daur hidup, habitat, sifat morfologi dan tipe pertumbuhan. Kompetisi gulma
dengan tanaman, faktor-faktor yang mempengaruhi strategi dan cara pengendalian gulma
mencakup penentuan ambang kendali gulma, pencegahan kultur teknis, mekanis, hayati
dan kimiawi. Cara dan saat aplikasi, efektivitas dan toksisitas herbisida.

Pengantar Sistem Pertanaman (PNA 3150; 2/0)
Kaidah dan konsep sistem dan sistem pertanaman. Komponen dan analisis sistem
pertanaman. Macam dan pengertian berbagai sistem pertanaman. Dasar, pengembangan
dan manajemen sistem pertanaman menguntungkan dan berkelanjutan. Sistem
pertanaman di daerah tropika dan tropika basah.

Topik Khusus Agronomi (PNA 4186; 1/0)
Pembahasan tentang topik khusus agronomi yang sedang berkembang.

Pengkajian Lapangan Agronomi (PNA 4182; 0/2)
Telaah aspek agronomi dalam praktek, dan mengkaitkannya dengan yang dipelajari.
Panduan Akademik Program Sarjana, cetakan tahun 2015 73

Dasar-Dasar Ekologi (PNA 1220; 2/1)
Pengertian ekologi, sejarah perkembangannya, kaitan dengan ilmu-ilmu yang lain, daur
materi dan arus energi, daur biokimia, ekosistem, faktor-faktor yang mempengaruhi
perubahan keadaan lingkungan dan dampaknya, suksesi, dan pengertian tentang arti
penting ekologi dan lingkungan serta penerapannya.

Agroekologi (PNA 4128; 2/0)
Pengertian agroekosistem; struktur dan fungsi; interaksi di dalam agroekosistem; analisis
agroekosistem; pewilayahan/zona agroekologi dan perkembangannya.

Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan (PNA 2200; 2/1)
Pengertian dan ruang lingkup fisiologi tumbuhan, sel dan organela sel, gerakan partikel
berupa difusi, omosis dan imbibisi. Peran air bagi tumbuhan, penyerapan dan
pengangkutan air serta transpirasi. Dalam metabolisme dibahas ensim, fotosintesis dan
respirasi. Fotosintesis: mencakup reaksi cahaya, reaksi gelap dan faktor-faktor yang
berpengaruh. Respirasi : mencakup glikolisis, siklus Kreb, faktor-faktor yang berpengaruh
dan respirasi cahaya. Pengangkutan hasil fotositesis, jalur dan teori pengangkutan.

Fisiologi Tanaman (PNA 3108; 2/1)
Analisis pertumbuhan: meliputi cara pengamatan, perhitungan. Hubungan antar variabel
pengamatan kaitannya dengan hasil. Faktor tanaman yang berpengaruh terhadap proses
fisiologis, pertumbuhan dan hasil tanaman meliputi arsitektur tajuk, hubungan sumber dan
lubuk tanaman. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap proses fisiologis,
pertumbuhan dan hasil tanaman berupa air, cahaya, dan suhu.

Budidaya Tanaman Sayur dan Hidroponik (PNA 3160; 2/1)
Batasan sayuran, asal jaringan dan organ yang dimakan, kegunaan sayuran, klasifikasi
tanaman sayur, faktor lingkungan tumbuh dan budidaya berbagai macam jenis tanaman
sayur, perlakuan khusus dalam budidaya tanaman sayur (vegetablesforcing). Jenis
tanaman sayur yang dibudidayakan secara hidroponik, macam media tanam, peralatan
hidroponik dan green house, nutrisi hidroponik, panen dan penanganan pasca panen
sayuran, pemuliaan tanaman sayur dan produksi benih sayuran.

Lansekap dan Budidaya Tanaman Hias (PNA 3164; 2/1)
Membahas tentang pengertian landsekap hortikultura, aliran landsekap yang
berkembang, dan perancangan landsekap dan taman serta membahas tentang arti
penting tanaman hias, klasifikasi dan budidaya tanaman hias dengan contoh budidaya
tanaman hias bernilai ekonomi.

Pekarangan dan Budidaya Tanaman Buah (PNA 3270; 2/1)
Pengertian pekarangan, tipe dan fungsi pekarangan, kondisi lingkungan di pekarangan
dan budidaya tanaman di pekaranga. Pengertian buah, manfaat dan arti pentingnya
sebagai komoditas pangan dan perdagangan, tipe buah, klasifikasi tanaman buah, teknik
budidaya dan contoh budidaya tanaman buah bernilai ekonomi.

Pasca Panen Hortikultura (PNA 3272; 2/1)
Pengertian tentang arti penting penanganan pasca panen hasil hortikultura, perubahan
mengenai struktur dan komposisi kimia hasil hortikultura, panen, pematangan buah,
respirasi klimakterik, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap umur simpan hasil
hortikultura, penanganan dan penyimpangan.

Budidaya Tanaman Obat (PNA 3166; 2/0)
Pengertian tanaman berkhasiat obat, klasifikasi tanaman, manfaat, cara budidaya
tanaman obat dan penanganan hasilnya. 

Dasar-Dasar Ekologi (PNA 1220; 2/1)
Pengertian ekologi, sejarah perkembangannya, kaitan dengan ilmu-ilmu yang lain, daur
materi dan arus energi, daur biokimia, ekosistem, faktor-faktor yang mempengaruhi
perubahan keadaan lingkungan dan dampaknya, suksesi, dan pengertian tentang arti
penting ekologi dan lingkungan serta penerapannya.

Agroekologi (PNA 4128; 2/0)
Pengertian agroekosistem; struktur dan fungsi; interaksi di dalam agroekosistem; analisis
agroekosistem; pewilayahan/zona agroekologi dan perkembangannya.

Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan (PNA 2200; 2/1)
Pengertian dan ruang lingkup fisiologi tumbuhan, sel dan organela sel, gerakan partikel
berupa difusi, omosis dan imbibisi. Peran air bagi tumbuhan, penyerapan dan
pengangkutan air serta transpirasi. Dalam metabolisme dibahas ensim, fotosintesis dan
respirasi. Fotosintesis: mencakup reaksi cahaya, reaksi gelap dan faktor-faktor yang
berpengaruh. Respirasi : mencakup glikolisis, siklus Kreb, faktor-faktor yang berpengaruh
dan respirasi cahaya. Pengangkutan hasil fotositesis, jalur dan teori pengangkutan.

Fisiologi Tanaman (PNA 3108; 2/1)
Analisis pertumbuhan: meliputi cara pengamatan, perhitungan. Hubungan antar variabel
pengamatan kaitannya dengan hasil. Faktor tanaman yang berpengaruh terhadap proses
fisiologis, pertumbuhan dan hasil tanaman meliputi arsitektur tajuk, hubungan sumber dan
lubuk tanaman. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap proses fisiologis,
pertumbuhan dan hasil tanaman berupa air, cahaya, dan suhu.

Budidaya Tanaman Sayur dan Hidroponik (PNA 3160; 2/1)
Batasan sayuran, asal jaringan dan organ yang dimakan, kegunaan sayuran, klasifikasi
tanaman sayur, faktor lingkungan tumbuh dan budidaya berbagai macam jenis tanaman
sayur, perlakuan khusus dalam budidaya tanaman sayur (vegetablesforcing). Jenis
tanaman sayur yang dibudidayakan secara hidroponik, macam media tanam, peralatan
hidroponik dan green house, nutrisi hidroponik, panen dan penanganan pasca panen
sayuran, pemuliaan tanaman sayur dan produksi benih sayuran.

Lansekap dan Budidaya Tanaman Hias (PNA 3164; 2/1)
Membahas tentang pengertian landsekap hortikultura, aliran landsekap yang
berkembang, dan perancangan landsekap dan taman serta membahas tentang arti
penting tanaman hias, klasifikasi dan budidaya tanaman hias dengan contoh budidaya
tanaman hias bernilai ekonomi.

Pekarangan dan Budidaya Tanaman Buah (PNA 3270; 2/1)
Pengertian pekarangan, tipe dan fungsi pekarangan, kondisi lingkungan di pekarangan
dan budidaya tanaman di pekaranga. Pengertian buah, manfaat dan arti pentingnya
sebagai komoditas pangan dan perdagangan, tipe buah, klasifikasi tanaman buah, teknik
budidaya dan contoh budidaya tanaman buah bernilai ekonomi.

Pasca Panen Hortikultura (PNA 3272; 2/1)
Pengertian tentang arti penting penanganan pasca panen hasil hortikultura, perubahan
mengenai struktur dan komposisi kimia hasil hortikultura, panen, pematangan buah,
respirasi klimakterik, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap umur simpan hasil
hortikultura, penanganan dan penyimpangan.

Budidaya Tanaman Obat (PNA 3166; 2/0)
Pengertian tanaman berkhasiat obat, klasifikasi tanaman, manfaat, cara budidaya
tanaman obat dan penanganan hasilnya. 

Budidaya Anggrek (PNA 3268; 1/1)
Budidaya Anggrek : kegunaan dan prospek bunga anggrek, pengenalan jenis
berdasarkan morfologi tanaman dan bunga anggrek, klasifikasi tanaman anggrek, syarat
tumbuh, cara perbanyakan, budidaya, pemuliaan tanaman dan penilaian bunga anggrek.

Budidaya Jaringan Tanaman (PNA 3262; 2/1)
Sejarah, manfaat dan macam budidaya jaringan, organisasi dan fasilitas laboratorium,
media tanam, teknik pelaksanaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Ekologi Tanaman (PNA 3262; 2/1)
Pendahuluan mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungan,
reaksi tanaman terhadap kondisi lingkungan (cuaca, suhu, sinar matahari dengan
tanaman sebagai masyarakat tumbuhan, kompetisi (termasuk alelopati) dan hubungan
antara tanaman, dengan memberikan pengantar agroekosistem.


PROGRAM STUDI ILMU PEMULIAAN TANAMAN
Dasar-Dasar Genetika (PNB 2111; 2/1)
Pengertian dan sejarah perkembangan genetika, siklus hidup dan perkembangan
tanaman, pembelahan sel. Genetika Mendel dan penyimpangannya, pautan gen dan
pemetaan. Struktur dan replikasi DNA, ekspresi gen (transkripsi dan translasi). Ekspresi
tingkat kromosom (euploid, uneuploid), pewarisari ekstrakromosomal. Pengaturan
aktivitas gen (sistem operon, mating type). Genetika sifat sifat metriks. Determinasi dan
diferensiasi sex.

Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman (PNB 2221; 2/1)
Siklus hidup dan reproduksi tanaman, pertumbuhan bunga, penyerbukan dan
pembuahan. Keanekaragaman tanaman, domestikasi dan introduksi. Dasar genetika
tanaman. Metode dasar pemuliaan tanaman, pengertian heritabilitas dan kemajuan
seleksi. Produksi benih dan perbenihan, perlindungan varietas.

Genetika Molekuler (PNB 3114; 2/0)
Prinsip biologi molekuler; struktur gen secara molekuler: basis terjadinya mutasi, sistem
sintesis protein, struktur material gen, cistron, muton, recon. Regulasi tindak gen, proses
regulasi, sistem genetik sitoplasmik, diferensiasi dan regulasi gen.

Metode Pemuliaan Tanaman (PNB 3121; 2/1)
Strategi dalam pemuliaan tanaman, cara memperoleh varietas unggul baru, pelaksanaan
pemuliaan tanaman menyerbuk sendiri dan bersilang (kelebihan dan kekurangan untuk
setiap metode). Perhitungan heritabilitas dari varian keturunan dan komponen varian,
realized heritability, kemajuan seleksi, pendugaan daya gabung umum dan khusus. Garis
besar pemuliaan tanaman secara khusus.

Pengantar Bioteknologi untuk Pemuliaan Tanaman (PNB 3222; 2/0)
Sejarah perkembangan bioteknologi dan peranan dalam pemuliaan tanaman. Pemuliaan
in vitro, variasi somaklonal, penyelamatan embrio, pembuahan in vitro, fusi sel somatik.
Induksi mutasi, transplantasi kromosom. Transformasi genetik, vektor. Isolasi DNA,
pemotongan dan penyambungan DNA, teknik analisis organisasi gen dan ekspresinya
pada tanaman. Isoensim, nitrat reduktase, elektroforesis staining method, polymerase
chain replication.

Perancangan Percobaan (PNB 2141; 2/1)
Uji homogenitas dua varian (distribusi F), teori contoh untuk uji homogenitas banyak
rerata dan analisis varian. Pengertian istilah dalam rancangan percobaan, model linier
(acak sempurna, acak berblok lengkap, bujur sangkar latin), asumsi dalam analisis varian,
pengujian, dan transformasi data, perbandingan antar rerata (tidak berstruktur,
pembandingan orthogonal, analisis kecenderungan). Percobaan faktorial, pengertian
rancangan perlakuan vs. rancangan lingkungan, pengaruh sederhana, utama, dan
interaksi. Model acak, pasti, dan campuran. Rancangan perlakuan dengan perpautan
beraras bilangan prima. Percobaan petak terbelah, pengamatan berulang, dan variasinya.
Analisis kovarian.

Pengantar Genetika Kuantitatif (PNB 3213; 2/0)
Ruang lingkup, dasar-dasar statistik dalam pemuliaan tanaman, frekuensi gen, gamet,
genotip dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Efek genetik dan cara pendugaannya,
hubungan antar gen, perancangan persilangan, heritabilitas, macam cara seleksi,
interaksi G x E, dan analisis secara genetik. 


PROGRAM STUDI ILMU PEMULIAAN TANAMAN
Dasar-Dasar Genetika (PNB 2111; 2/1)
Pengertian dan sejarah perkembangan genetika, siklus hidup dan perkembangan
tanaman, pembelahan sel. Genetika Mendel dan penyimpangannya, pautan gen dan
pemetaan. Struktur dan replikasi DNA, ekspresi gen (transkripsi dan translasi). Ekspresi
tingkat kromosom (euploid, uneuploid), pewarisari ekstrakromosomal. Pengaturan
aktivitas gen (sistem operon, mating type). Genetika sifat sifat metriks. Determinasi dan
diferensiasi sex.

Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman (PNB 2221; 2/1)
Siklus hidup dan reproduksi tanaman, pertumbuhan bunga, penyerbukan dan
pembuahan. Keanekaragaman tanaman, domestikasi dan introduksi. Dasar genetika
tanaman. Metode dasar pemuliaan tanaman, pengertian heritabilitas dan kemajuan
seleksi. Produksi benih dan perbenihan, perlindungan varietas.

Genetika Molekuler (PNB 3114; 2/0)
Prinsip biologi molekuler; struktur gen secara molekuler: basis terjadinya mutasi, sistem
sintesis protein, struktur material gen, cistron, muton, recon. Regulasi tindak gen, proses
regulasi, sistem genetik sitoplasmik, diferensiasi dan regulasi gen.

Metode Pemuliaan Tanaman (PNB 3121; 2/1)
Strategi dalam pemuliaan tanaman, cara memperoleh varietas unggul baru, pelaksanaan
pemuliaan tanaman menyerbuk sendiri dan bersilang (kelebihan dan kekurangan untuk
setiap metode). Perhitungan heritabilitas dari varian keturunan dan komponen varian,
realized heritability, kemajuan seleksi, pendugaan daya gabung umum dan khusus. Garis
besar pemuliaan tanaman secara khusus.

Pengantar Bioteknologi untuk Pemuliaan Tanaman (PNB 3222; 2/0)
Sejarah perkembangan bioteknologi dan peranan dalam pemuliaan tanaman. Pemuliaan
in vitro, variasi somaklonal, penyelamatan embrio, pembuahan in vitro, fusi sel somatik.
Induksi mutasi, transplantasi kromosom. Transformasi genetik, vektor. Isolasi DNA,
pemotongan dan penyambungan DNA, teknik analisis organisasi gen dan ekspresinya
pada tanaman. Isoensim, nitrat reduktase, elektroforesis staining method, polymerase
chain replication.

Perancangan Percobaan (PNB 2141; 2/1)
Uji homogenitas dua varian (distribusi F), teori contoh untuk uji homogenitas banyak
rerata dan analisis varian. Pengertian istilah dalam rancangan percobaan, model linier
(acak sempurna, acak berblok lengkap, bujur sangkar latin), asumsi dalam analisis varian,
pengujian, dan transformasi data, perbandingan antar rerata (tidak berstruktur,
pembandingan orthogonal, analisis kecenderungan). Percobaan faktorial, pengertian
rancangan perlakuan vs. rancangan lingkungan, pengaruh sederhana, utama, dan
interaksi. Model acak, pasti, dan campuran. Rancangan perlakuan dengan perpautan
beraras bilangan prima. Percobaan petak terbelah, pengamatan berulang, dan variasinya.
Analisis kovarian.

Pengantar Genetika Kuantitatif (PNB 3213; 2/0)
Ruang lingkup, dasar-dasar statistik dalam pemuliaan tanaman, frekuensi gen, gamet,
genotip dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Efek genetik dan cara pendugaannya,
hubungan antar gen, perancangan persilangan, heritabilitas, macam cara seleksi,
interaksi G x E, dan analisis secara genetik. 

Teknologi Benih (PNB 2231; 2/1)
Pengertian tentang ilmu dan teknologi benih, cakupan dari orientasinya. Peran teknologi
benih dalam pembangunan pertanian; kebutuhan, situasi, dan permasalahan perbenihan
di Indonesia. Perkecambahan biji, teknik produksi benih, pengeringan, prosesing,
pengujian, penyimpanan, pengemasan, pengendalian mutu dan sertifikasi benih, distribusi
benih serta agribisnis dibidang perbenihan.

Fisiologi Biji (PNB 3132; 2/1)
Pemahaman arti penting fisiologi biji dan batasan-batasannya. Pengertian tentang biologi
bunga; pertumbuhan dan perkembangan biji; struktur biji; pemasakan biji; fisiologi
perkecambahan dan pertumbuhan bibit, pembentukan dan perombakan karbohidrat,
protein dan lemak; deteriosasi biji; dormansi biji serta karakteristik biji ortodok dan
rekalsitran.

Manajemen Perbenihan (PNB 3233; 2/0)
Pendahuluan : pemahaman penting dan perannya mengelola perbenihan, kebutuhan
benih nasional dan permasalahnnya saat ini dan mendatang.
Sistem perbenihan : aspek kelembagaan, operasional, pengadaan, dan kemitraan.
Program perbenihan : pengadaan benih sumber sampai dengan benih sebar, varietas
baru, distribusi dan pemasaran benih, pengendalian mutu benih, peraturan perbenihan.
Forum perbenihan oleh para pelaku perbenihan dan mitra usaha serta perlunya pusatpusat
pelayanan perbenihan. 

Rabu, 27 Desember 2017

Bagi kamu yang baru memasuki masa perkuliahan, kebiasaan Satu Jam Per Hari ini akan mengubah jalan hidupmu


Kehidupan perkuliahan akan sangat jauh berbeda dari yang kita bayangkan. Manajemen diri dan manajemen waktu yang baik mutlak diperlukan di dunia perkuliahan nanti, kegiatan yang seabrek-abrek nantinya akan membuatmu lupa pada kewajiban akademikmu bahkan kesehatanmu. Karena itu perlu sejak awal dibangun kebiasaan-kebiasaan positif yang perlu diinvestasikan sejak dini yang nantinya tanpa disadari akan membantumu dalam aktivitas perkuliahanmu
Rasanya hampir semua buku tentang motivasi bercerita tentang bagaimana orang-orang sukses mengelola kebiasaannya. Karena pada akhirnya, kesuksesan datang akibat kebiasaan-kebiasaan sukses dan segala sesuatu yang ingin kita capai mengharuskan kita untuk melakukan sesuatu hal secara berulang-ulang. Untuk berubah menjadi lebih baik dan mengambil kendali atas hidup kita, kita harus merubah kebiasaan-kebiasaan buruk kita menjadi kebiasaan-kebiasaan yang baik.
Kebiasaan-kebiasaan dibawah ini hanya satu jam dalam sehari kok. Tidak lebih. Namun apabila kamu melakukannya dengan konsisten tiap hari maka kamu tidak sadar kamu melakukannya 2 jam sehari bahkan lebih. Ini lebih dari mengasyikkan! Simak kebiasaan-kebiasaan apa saja yang seharusnya kamu bangun sejak dimulainya perkuliahanmu

#1. One Hour Read Book
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya aktivitas, apalagi ketika sudah menjadi mahasiswa dengan jadwal yang padat, kebiasaan membaca buku yang ditanam sejak kecil perlahan mulai dilupakan. Padahal, sebagai mahasiswa, kebiasaan membaca buku sangat penting dan akan memberikan begitu banyak manfaat jika dilakukan secara rutin.
Setiap membaca, akan didapat banyak keuntungan. Mahasiswa memang dituntut untuk memiliki literasi yang cukup. Setidaknya sediakan satu jam dari 24 jam mu untuk membaca minimal satu buku. Boleh buku pengetahuan umum maupun buku materi perkuliahan. Buatlah mindmap setelah menyelesaikan satu bab dalam buku bacaanmu. Hal ini membantu saat-saat kamu hendak mengulik kembali atau mencari informasi spesifik dalam bahan bacaanmu. Selain itu membuat mindmap setelah menyelesaikan satu bab dalam bacaanmu juga memacumu untuk segera menyelesaikan bab-bab berikutnya. Perlu niat yang kuat dan konsistensi yang tinggi dalam memulai kebiasaan ini. Niscaya ketika dirimu sudah membiasakan diri untuk selalu membaca, bukanlah suatu hal yang sulit apabila di kemudian hari kamu harus menyelesaikan berbab-bab bahan bacaan sebagai bahan acuan ujian besok. Dengan mudah kamu akan menemukan informasi-informasi penting yang sangat menunjang materi ujianmu besok.  



#2. One Hour Work Out
Olahraga itu penting menjaga kesegaran dan kebugaran tubuh, khususnya bagi mahasiswa yang seharusnya menjaga kesehatannya dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya dalam perkuliahanh.
Kesibukan memang sering kali membuat kita sebagai mahasiswa lupa akan waktu. Terkadang pola makan yang tidak teratur juga disebabkan oleh padatnya kegiatan-kegiatan yang ada di kampus, termasuk kurangnya olahraga. Seringnya, mahasiswa tidak mempunyai waktu untuk olahraga, padahal olahraga adalah satu hal yang penting termasuk pada Mahasiswa agar tetap mempunyai fisik yang sehatan dan selalu menjalankan aktivitas dengan lancar.
Seberapa pentingnya olahraga untuk tubuh kita? Ternyata dengan berolahraga kita dapat meningkatkan kemampuan otak, karena olahraga bisa meningkatkan jumlah oksigen dalam darah dan mempercepat aliran darah menuju ke otak. Selain itu dengan olahraga dapat membantu menunda proses penuaan, semakin rutin berolahraga maka penuaan mental maka semakin kian  lambat dalam diri manusia.
Sempatkan waktu untuk berolahraga setidaknya sejam dalam sehari. Satu jam tidak akan lama kok, tidak akan banyak menyita waktumu. Justru malahan kamu akan merasa ketagihan apabila kamu melakukannya dengan rutin. Percayalah!! Berolahraga tidak harus dilakukan di luar ruangan atau di tempat gym. Kamu bisa melakukannya di ruang tamu kos-kosanmu atau di kamarmu, asalkan kamu melakukannya dengan konsisten. Kamu bisa mengikuti panduan-panduan olahraga sederhana ini namun bisa membakar cukup banyak kardiomu




#3. One Hour Read Journal
Sebagai seorang mahasiswa, selain membaca buku, membaca jurnal ilmiah adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Membaca sebuah jurnal penelitian bukan hanya menambah wawasan kita saja namun sekaligus menambah kemampuan dalam menganalisis masalah terkait dengan penelitian. Seperti membandingkan data hasil penelitian yang kita ketahui dengan data terbaru yang sudah dipublikasikan.
Beberapa universitas di indonesia mensyaratkan mahasiswanya untuk melakukan publikasi ilmiah sebagai syarat untuk lulus, ini sekaligus menjadi tantangan bahwa membiasakan membaca jurnal penelitian adalah gerbang awal dalam menemukan masalah atau isu terkini sehingga kita pun dapat memperoleh ide penelitian.
Membiasakan membaca jurnal penelitian yang dimulai dari awal perkuliahan akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan segala tugas-tugas yang diberikan, tidak hanya itu, dengan seringnya membaca jurnal kita bisa selangkah lebih maju dan mengetahui hal-hal yang mahasiswa lain tidak tahu. Sudah banyak situs penyedia jurnal yang bisa kita akses dengan gratis sehingga kita pun tidak perlu pusing darimana harus mendapatkan jurnal ilmiah. Membaca jurnal akan lebih baik bila  berbahasa inggris atau jurnal internasional karena itupun akan sekaligus menambah kemampuan  kita berbahasa inggris
Selain itu dalam membaca jurnal penelitian, seringkali kita menemukan hal-hal yang tidak kita mengerti, jika hal tersebut sangat penting terhadap rencana alur penelitian yang nantinya akan kita jalani maka kita bisa menanyakan hal tersebut kepada penulisnya secara tidak langsung atau dengan mencari informasi tambahan dari sumber lain. Untuk mendapat poin utama dari sebuah jurnal, bacalah terlebih dahulu abstrak yang menggambarkan penjelasan secara umum tentang penelitian apa yang mereka lakukan dan hasil yang diperoleh.
Luangkan waktu untuk membaca jurnal-jurnal hasil penelitian setidaknya minimal satu jam dalam sehari. Membaca jurnal bisa dibarengi dengan membaca/mereview marteri-materi perkuliahan yang dibawakan pada hari itu juga. Semakin kamu mereview maka semakin ringan bebanmu saat akan diadakan kuis atau ujian. Percayalah

#4. One Hour Playing your Social Media
“Haduh kalau ini sih ga perlu satu jam, tiga jam pun terasa kurang” mungkin itu yang terlintas dipikiran begitu sampai di point ini. Seolah memang hidup kita tidak akan lepas dari yang namanya social media atau sejenisnya. Tanpa disuruhpun kita dengan senang hati membuka instagram, pinterest, tumblr, dan lainnya hanya untuk sekedar melihat update terbaru hari ini. Lalu kenapa harus satu jam?
 Terlalu lama menghabiskan waktu di social media sebenarnya tidak terlalu baik namun poin yang satu ini mungkin lebih ke One Hour Appreciate Your Friend’s Work. Dedikasikan satu jam-mu untuk mengapresiasi tiap postingan Instagram temanmu. Dedikasikan satu jam-mu untuk memberikan tanggapan positif ditiap postingan temanmu di Line. Dedikasikan satu jam-mu untuk memberikan like di postingan Facebook temanmu. Mungkin tidak seberapa. Tapi teman-temanmu pasti menghargai dan berterimakasih. Jadi tidak hanya sekedar scrolling sana scrolling sini, tapi kamu benar-benar meninggalkan jejak positif bagi teman-temanmu. Satu jam-mu benar benar bermakna dan berarti bagi dirimu dan juga teman-temanmu

Kampanyekan kebiasaan-kebiasaan positif ini kepada sesama –mahasiswa baru- teman-temanmu dan bantu serta kuatkan mereka untuk melewati semester per semester. Saling mengingatkan dan terus menerus mengingatkan akan memperkuat jaringanmu dengan teman-temanmu. Jangan sampai poin-poin positif berhenti di kamu saja! Ingat, orang-orang hebat lahir dilingkungan yang mendukung mereka untuk menjadi orang hebat.