Minggu, 19 Desember 2010

10 Keahlian yang Membuat Perempuan Terkesan

Berbagai survei menyatakan beberapa keahlian yang dibutuhkan agar wanita tertarik pada pria. Hasil survei tersebut bisa menyebalkan karena mengandung kontradiksi yang membingungkan; beberapa wanita akan menekankan pentingnya emosional, kekanak-kanakan laki-laki, sementara yang lain akan bersikeras bahwa yang menarik bagi seorang pria adalah menjadi mandiri dan angkuh. Mereka akan menjawab dengan jawaban yang sama sekali berlawanan.

Namun, hal ini tidak terlalu sulit untuk dimengerti karena sebenarnya perempuan memiliki minat spektrum maskulinitas yang cukup lebar, juga berbeda bagi setiap wanita. Tapi pasti ada beberapa pilihan aman, yaitu keterampilan yang menunjukkan bahwa Anda seorang pria yang kompleks dan menyeluruh.

Beberapa keahlian tidak memerlukan upaya yang berat, sementara yang lain cukup sulit, tapi tak ada salahnya untuk mencoba.

1. Berbicara bahasa asing
Kesulitan: 8 / 10
Tentu saja keterampilan yang paling sulit dalam daftar ini. Berbicara dalam bahasa asing adalah tanda salah satu dari dedikasi Anda telah meluangkan waktu dan usaha untuk belajar dan perempuan akan tertarik terutama jika Anda tidak terlalu memamerkan kemampuan dan hanya memperlihatkannya pada saat yang tepat. Jelas Anda tidak akan dapat belajar dalam satu malam, namun sumber belajarnya tak terbatas.

2. Memainkan alat musik
Kesulitan: 7 / 10
Memainkan alat musik dengan baik adalah sebuah keterampilan yang mengesankan. Ini berbicara tentang karakter Anda. Wanita akan menyamakan kemampuan Anda untuk memainkan alat musik dengan sensibilitas puitis.

3. Memperbaiki mobil
Kesulitan: 6 / 10
Belajar memperbaiki mobil mungkin akan tampak menakutkan, tapi untungnya Anda tidak benar-benar perlu tahu banyak. Tujuannya adalah untuk memahami bahwa Anda merawat mobil Anda dengan benar, dan dapat mendiagnosa masalah mobil. Selain itu, tidak mengetahui dasar-dasar perbaikan akan membuat Anda tampak seperti kurang pengetahuan bagi mekanik yang tidak jujur.

4. Dansa
Kesulitan: 4 / 10
Jika ada satu cara untuk menunjukkan bahwa Anda percaya diri, santai dan dapat didekati sekaligus, itu adalah berdansa. Dansa cukup jelas dan pasti tidak ada hal-hal sulit tentang hal itu - Anda menggerakkan tubuh Anda berirama, dan bagaimana Anda melakukan hal itu tidak terlalu penting.

5. Memasak
Kesulitan: 3 / 10
Anda tidak harus mengambil kelas atau mulai berbelanja alat masak mahal, tapi mulai dari yang kecil. Setiap wanita, sedikit terkejut menemukan bahwa seorang pria bisa masak, benar-benar ingin memasak dan tampaknya benar-benar tahu apa yang dia lakukan, jadi mulailah dengan menyempurnakan beberapa resep. Setelah Anda telah menguasai beberapa resep klasik, perluas sesuai keinginan Anda.

6. Atletis
Kesulitan: 6 / 10
Biarpun banyak wanita ingin Anda untuk memiliki sisi sensitif, emosional, mereka masih ingin Anda menjadi seorang pria. Bermain olahraga yang sulit dan menuntut fisik adalah memberi kesan maskulin. Membual tentang permainan golf mungkin mengesankan rekan kerja Anda, tetapi tidak memiliki cukup dampak untuk perempuan seperti tinju, sepak bola atau olahraga intensitas tinggi lainnya.

7. Keterampilan pertukangan
Kesulitan: 4 / 10
Ini berkategori luas meliputi segala sesuatu yang diharapkan dilakukan seorang pria dalam merawat rumah dan melakukan perbaikan dasar. Keterampilan ini tidak serumit memperbaiki mobil, dan sebagian besar dapat dilakukan asal memiliki alat yang tepat dan bersedia mengotori tangan anda.

8. Keterampilan di Ranjang
Kesulitan: 6 / 10
Seks adalah penting, karena perempuan menghadapinya dengan emosional dan sangat tinggi relevansinya sebagai indikator tentang bagaimana perasaan Anda tentang mereka.

9. Gaya dan perawatan
Kesulitan: 2 / 10
Setiap orang memiliki gaya pribadinya, tapi ada garis tegas antara kecerobohan dan tampak jorok. Tidak ada yang sulit atau memakan waktu untuk berdandan yang baik, tapi perempuan sering mengeluh bahwa pria sama sekali tidak mau repot-repot mengurus penampilan mereka, dan satu-satunya alasan adalah kemalasan.

10. Percakapan
Kesulitan: 6 / 10
Ini sebuah keterampilan dan memerlukan beberapa latihan. Mendengarkan dan benar-benar memberi perhatian, menjadi jauh lebih penting. Anda ingin tampil percaya diri dan empati, yang merupakan tindakan penyeimbangan. Mampu menjelaskan dan mengekspresikan diri, dapat menutupi kekurangan salah satu keterampilan lainnya, yang membuat hal ini menjadi begitu penting.

Sabtu, 18 Desember 2010

BoyScout

Dasa Dharma & Tri Satya

Tri Satya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
2.  Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3.  Menepati Dasa Dharna 


Dasa Dharma

Pramuka itu :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela Menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin Berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud penggunaannya :

Sikap :

Bersikap sempurna, tangan kanan pada pelipis kanan, jari rapat. (sikap menghormat).

Salam Pramuka diberikan kepada :
a. Sesama Pramuka, sebagai perwujudan persaudaraan.
b. Bendera Merah Putih, sebagai kedaulatan negara.
c. Kepala negara, sebagai kepala pemerintahan.
d. Lagu Indonesia Raya, sebagai lagu kebangsaan.
e. Pejabat pemerintah, sebagai pemegang pemerintahan.
f. Jenazah Pahlawan, sebagai perwujudan rasa duka cita dan perjalanan suci.
g. Ucapan janji Tri Satya dan Dwi Satya, sebagai ikatan persaudaraan
h. Panji-panji Pramuka, sebagai kesetiaan, kepada organisasi.
i. Guru, orang tua, dan pembina, sebagai rasa hormat atas pengabdian dan pengalamannya.

Salam Pramuka dilaksanakan dengan sikap :
a. Rajin (menurut aturannya).
b. Tertib (pada tempat yang layak).
c. Sempurna (tidak canggung).
d. Sopan (bermuka manis, gembira, dan tersenyum).

Tahu arti lambang Gerakan Pramuka


Artinya :

a. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan “cikal”, dan istilah “cikal bakal” di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru.

Jadi, buah nyiur yang tumbuh itu mengiaskan bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.


b. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang

bagaimanapun juga. Lambang itu mengiaskan bahwa tiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniahnya sehat, ulet, kuat, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.

c. Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan keadaan sekelilingnya.
Jadi, lambang itu mengiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat di mana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.

d. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon tertinggi di Indonesia.
Jadi, lambang itu mengiaskan bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yang mulia dan jujur, dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

e. Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah.
Jadi, lambang itu mengiaskan tekad dan kenyakinan seorang Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat, dan nyata ialah tekad dan kenyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

f. Nyiur adalah pohon yang serba guna, dari ujung atas hingga akarnya.
Jadi, lambang itu mengiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa, dan negara Kesatuan Republik Indonesia, serta kepada umat manusia.

Tahu cara menggunakan bendera kebangsaan Indonesia, tahu sejarahnya dan tahu arti kiasan warna-warnanya :

a. Cara menggunakan bendera kebangsaan :

1) Pada hari-hari besar nasional, atau perayaan lain yang menggembirakan nusa dan bangsa, dipasang di ujung tiang.
2) Pada hari-hari berkabung Nasional, dipasang setengah tiang.
3) Jika bendera kebangsaan dikibarkan pada tiang,maka besar serta tinggi tiang itu sedapat-dapatnya seimbang dengan besarnya bendera itu.
4) Jika dipasang pada dinding, harus dipasang membujur merata.
5) Jika dipasang bersama-sama dengan bendera lain (bendera negara asing, bendera organisasi), maka bendera kebangsaan dipasang disebelah kanan.
6) Jika ada dua atau lebih bendera lain, maka bendera kebangsaan harus dipasang di tengah.
7) Pada waktu dikibarkan atau dibawa, bendera kebangsaan tidak boleh menyinggung tanah, air atau benda-benda lain.

b. Sejarah bendera kebangsaan :

1) Tahun 1292 tentara Jayakatwang telah menggunakan warna merah-putih pada waktu menyerang kekuasaan Kertanegara dari Singosari.
2) Tahun 1350-1389 dalam Pemerintahan Raja Hayamwuruk, pada waktu diadakan upacara hari kebesaran dipakai warna merah dan putih.
3) Tahun 1340-1347 ketika Maharaja Adityawarman di Minangkabau, ada bendera gambar alam Minangkabau, yang berwarna merah-putih-hitam, (merah = warna hulubalang, putih = warna agama, hitam = warna adat Minangkabau).
4) Di Kraton Solo terdapat pusaka berbentuk bendera Merah Putih peninggalan Kyai Ageng Tarub, putra Raden Wijaya, yang menurunkan raja-raja di Jawa.
5) Dalam Babat Tanah Jawa (Babat Mentawis) disebutkan bahwa ketika Sultan Agung berperang melawan negara Pati, tentaranya bernaung di bawah bendera Merah Putih “Gula Kelapa”.
6) Tahun 1922 Perhimpunan Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di negeri Belanda dengan kepala banteng ditengah-tengahnya.
7) Tahun 1927 di Bandung lahirlah Partai Nasional Indonesia (PNI), yang bertujuan Indonesia Merdeka.PNI mengibarkan bendera Merah Putih kepala banteng.
Tanggal 28 Oktober 1928 berkibarlah untuk pertama kalinya bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan yaitu dalam kongres Indonesia Muda di Jakarta. Sejak itu berkibarlah bendera Merah Putih di seluruh kepulauan Indonesia.
9) Pada Tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia dan mengibarkan bendera Merah Putih yang pertama kali di bumi Indonesia Merdeka. (Pegangsaan Timur 56, Jakarta).
10) Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI menetapkan UU ‘45 (Undang-Undang Dasar 1945). Dalam UUD ‘45, bab I, pasal 1, ditetapkan bahwa negara Indonesia ialah negara Kesatuan yang berbentuk Republik.

Dalam pasal 35 ditetapkan pula bahwa bendera negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.

c. Arti kiasan warna-warnanya :

Warna merah pada umumnya merupakan lambang keberanian, kewiraan.
Sedangkan warna putih merupakan lambang kesucian.

Dapat dengan hapal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka Pasukan Penggalang atau dimuka pendengar lain dan tahu sikap yang harus dilakukan, jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara.


 (1) Lagu Indonesia Raya (bait pertama) :

Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri, jadi Pandu Ibuku
Indonesia, kebangsaanku, bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu,
Hiduplah tanahku, hiduplah negriku,
Bangsaku, rajyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
Indonesia Raya, merdeka-merdeka, tanahku negeriku yang kucinta,
Indonesia Raya, merdeka-merdeka, hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya, merdeka-merdeka, tanahku negeriku yang kucinta,
Indonesia Raya, merdeka-merdeka, hiduplah Indonesia Raya


(2) Sikap yang harus dilakukan :

Pada waktu lagu kebangsaan diperdengarkan/dinyanyikan pada kesempatan upacara maka orang yang hadir, berdiri tegak di tempat masing-masing dengan sikap sempurna dan dengan khidmat mengikuti lagu tersebut.

Tahu sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya

Lagu kebangsaan Indonesia Raya diciptakan oleh komponis muda Indonesia bernama Wage Rudolf Soepratman, seorang guru dan juga wartawan surat kabar “Kaoem Moeda”

W.R. Soepratman dilahirkan di Jatinegara, 9 Maret 1903.


Lagu itu dinyanyikan pertama kali pada masyarakat di dalam Kongres Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 di gedung Indonesiche Club Jalan Kramat No 106, Jakarta.

Pada waktu penjajahan lagu Indonesia Raya sering dilarang dan dihalang-halangi oleh pemerintah kolonial.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.

Tahu arti lambang Negara Republik Indonesia

Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang negara Indonesia berbentuk burung garuda yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno.

Deskripsi dan arti filosofi

  • Garuda Pancasila sendiri adalah lambang berupa burung garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno yaitu burung yang menyerupai burung elang rajawali. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.
  • Perisai adalah tameng yang telah dikenal lama dalam kebudayaan dan peradaban asli Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah pepatah lama yang pernah dipakai oleh pujangga ternama Mpu Tantular. Kata bhinneka merupakan gabungan dua kata: bhinna dan ika diartikan berbeda-beda tetapi tetap satu dan kata tunggal ika diartikan bahwa di antara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Garuda dengan perisai memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan.
  • Garuda memiliki sayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45 yang merupakan lambang tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan waktu pengumandangan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan katulistiwa yang merupakan garis untuk melambangkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara merdeka dan berdaulat yang dilintasi garis katulistiwa.
  • Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Pancasila sebagai berikut[1]:
  1. dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima[2];
  2. dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai[3];
  3. dasar Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai[4];
  4. dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng[5] di bagian kanan atas perisai[6]; dan
  5. dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai.

Beberapa aturan


Patung besar Garuda Pancasila, terpasang di ruang tenang Monas, Jakarta.
Penggunaan lambang negara diatur dalam UUD 1945 pasal 36A dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (LN 2009 Nmr 109, TLN 5035). Sebelumnya lambang negara diatur dalam Konstitusi RIS, UUD Sementara 1950, dan Peraturan Pemerintah No. 43/1958 [7]
Lambang Negara menggunakan warna pokok yang terdiri atas:
  1. warna merah di bagian kanan atas dan kiri bawah perisai;
  2. warna putih di bagian kiri atas dan kanan bawah perisai;
  3. warna kuning emas untuk seluruh burung Garuda;
  4. warna hitam di tengah-tengah perisai yang berbentuk jantung; dan
  5. warna alam untuk seluruh gambar lambang.
Lambang Negara wajib digunakan di:
  1. dalam gedung, kantor, atau ruang kelas satuan pendidikan;
  2. luar gedung atau kantor;
  3. lembaran negara, tambahan lembaran negara, berita negara, dan tambahan berita negara;
  4. paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah;
  5. uang logam dan uang kertas; atau
  6. meterai.
Dalam hal Lambang Negara ditempatkan bersama-sama dengan Bendera Negara, gambar Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden, penggunaannya diatur dengan ketentuan:
  1. Lambang Negara ditempatkan di sebelah kiri dan lebih tinggi daripada Bendera Negara; dan
  2. gambar resmi Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden ditempatkan sejajar dan dipasang lebih rendah daripada Lambang Negara.
Setiap orang dilarang:
  1. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara;
  2. menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;
  3. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan
  4. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.

Arti dan Sejarah Sumpah Pemuda


Sejarah Sumpah Pemuda

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Sehingga menghasilkan Sumpah Pemuda.
Rapat Pertama, Gedung Katholieke Jongenlingen Bond
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.
Rapat Kedua, Gedung Oost-Java Bioscoop
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Rapat Ketiga, Gedung Indonesisch Huis Kramat
Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia, berbunyi :
PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH INDONESIA.
KEDOEA
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA.
KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA

 Susunan Pemerintah Republik Indonesia dari pusat sampai daerah

SUSUNAN PEMERINTAHAN RI
DARI PUSAT SAMPAI DESA


I. Susunan Pemerintah Dari pusat Sampai Desa
A. Pemerintah Pusat
1. Presiden
2. Menteri Negara
B. Pemerintah Daerah
1. Propinsi
Gubernur (Penyelenggara Propinsi)
2. Kabupaten/Kota Madya
Bupati (penyelenggara Kabupaten/Kota Madya)
3. Kecamatan
Camat
4. Desa
Kepala Desa
II. Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia
A. DPR
1. Kewajiba-kewajiban DPR
a. Menetapkan Undang-undang
b. Mengawasi pemerintaha dalam menjalankan undang-undang
c. Memberikan persetujuan kepada Presiden atas ,pernyataan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan Negara lain.
2. Hak-hak DPR
a. Mengajukan usul rancangan undang-undang
b. Mengadakan perubahan atas usul Undang-undang yang diajukan pemerintah
c. Turut menentukan anggaran belanja negara
d. Mengadakan pertanyaan kepada Pemerintah
e. Menyelidiki suatu urusan.
B. MPR
1. Tugas-tugas MPR
a. Menentukan Undnag-undang Dasar
b. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden
c. Menetapkan GBHN
2. Wewenang MPR
a. Mengubah Undang-undang
b. Memberhentikan Presiden apabila menyimpang dari Undang-undang dasar dan GBHN walaupun masa jabatannya belum habis.
C. BPK
1. Tugas-tugas BPK
Menurut UUD 1945, TAP MPR No. 11/MPR/1978 dan UU No. 1 tahun 1973, tugas pokok BPK memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara. Dalam melaksanakan tugas tersebut di atas mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
a. Fungsi operatif
Yaitu melakukan pemeriksaan, pengawasan dan penelitian atas penguasaan dan pengurusan keuangan Negara
b. Fungsi Yudikatif
Yaitu melakukan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap bendaharawan dan pegawai negeri bukan bendaharawan. Yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya, menimbulkan kerugian negara.
c. Fungsi memberi rekomendasi
Yaitu memberi pertimbangan kepada pemerintah tentang pengurus keuangan Negara.
2. Wewenang BPK
a. Meminta, memeriksa, meneliti pertanggung jawaban atas penugasan keuangan negara serta mengusahakan keseragaman dalam tata cara pemeriksaan dan pengawasan maupun dalam usaha keuangan Negara.
b. Mengadakan, menetapkan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi
c. Melakukan penelitian, penganalisaan terhadap pelaksanaan peraturan perundangan dibidang keuangan.

Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang

cabang cabang olahraga atletik
* Event Lintasan –event lari di lintasan 400m.
o Sprint: event yang termasuk 400m. Event yang umum adalah 60m (hanya didalam ruangan), 100m, 200m dan 400m.
o Jarak Menengah: event dari 800m sampai 3000m, 800m, 1500m, satu mil dan 3000m.
+ Lari berintang – lomba (biasanya 300m) dimana pelarinya harus melewati rintangan seperti penghalang dan rintangan air.
o jarak Jauh: berlari diatas 5000 m. Biasanya 5000 m dan 10000 m. yang kurang lazim ialah 1, 6, 12, 24 jam perlombaan.
o Halang Rintang: 110 m halang rintang tinggi (100 m untuk wanita) dan 400 m haling rintang menengah (300 m di beberapa SMA).
o Estafet: 4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet , 4 x 200 m estafet , 4 x 800 m estafet , dll. Beberapa event, seperti estafet medley, jarang dilangsungkan kecuali estafet karnaval besar.
* Lari jalanan: dilangsungkan di jalanan terbuka, tapi biasanya diakhiri di lintasan. Event biasa adalah 5km, 10km, setengah marathon dan marathon.
* lomba jalan cepat event biasa adalah 10km, 20 km dan 50 km.
* Event lapangan
o Event melempar
+ tolak peluru
+ lempar peluru
+ lempar lembing
+ lempar cakram
o Event lompat
+ lompat tinggi
+ lompat galah
+ lompat jauh
+ lompat ganda
o yang sangat tidak biasa
+ lompat tinggi berdiri
+ lompat jauh berdiri
+ lompat ganda berdiri
* Event ganda atau kombinasi
o Triathlon / Trilomba
o Pentathlon / Pancalomba
o Heptathlon
o Decathlon / Dasalomba

Dapat membaca Jam dan menggunakan Kompas

Cara menggunakan kompas


1. Letakkan pinggir dari kompas sehingga membuat garis dari posisi anda ke arah posisi yang akan anda tuju (sehingga pinggir dari kompas membuat garis lurus yang menghubungkan posisi anda di peta ke tempat yang akan anda tuju). Pada diagram disamping, sudut kompas diambil dari tikungan jalan ke kontrol point nomor 3 (jalan digambarkan oleh garis hitam; tanda merah dibuat di diagram ke titik luar dari tikungan jalan.) pastikan bahwa arah dari panah perjalanan pada puncak kompas menuju ke arah yang akan anda tuju, dan bukan ke arah sebaliknya.

2. Letakkan kompas di atas peta, dan biarkan jarum bergerak beberapa saat, putar piringan kompas sehingga garis lurus pada rumah kompas sejajar dengan utara peta. Pastikan bahwa N pada piringan menghadap ke utara (dan bukan ke selatan). 
3. Biarkan susunan yang sudah anda buat tersebuat, putar badan, kompas dan peta sampai warna merah pada jarum kompas mengarah ke N pada piringan. (Ingat, jarum jarum tidak berputar/jarum selalu mengarah ke utara, anda kompas dan peta mengelilinginya. Arah dari panah perjalanan pada kompas sekarang mengarah ke tujuan yang anda inginkan.
petunjuk yang diilustrasikan diatas adalah menggunakan kompas orienteering. Ingat bahwa fungsi yang paling penting dari kompas adalah untuk mengorientasikan peta. Dan ingat, membaca kompas masih sangat penting juga!
Pada tahap ini seorang orienteer mungkin siap untuk membuat peta yang sangat sederhana pada area yang sangat sempit, misalnya pada halaman sekolah. Ini adalah latihan yang sangat baik sekali untuk melatih kemampuan peta dan kompas, dan akan menguatkan hampir segala latihan/ pelajaran pada bab ini.
Cara membaca jam
 Langkah-langkah

  1. 1 1
    Look at the short hand for the hour . Lihatlah tangan pendek untuk jam. On most clock faces, there are two hands, and one is longer than the other. Pada jam yang paling wajah, ada dua tangan, dan satu lebih panjang daripada yang lain. The short hand tells you what hour it is. Tangan pendek memberitahu Anda apa jam itu. If the short hand is pointing right at the number 7, it's 7 o'clock. Jika tangan pendek menunjuk tepat di angka 7, itu 07:00. If the short hand is pointing somewhere between the number 7 and 8, that means it's somewhere between 7 and 8 o'clock. Jika tangan pendek menunjuk di antara angka 7 dan 8, itu berarti itu suatu tempat 7:00-08:00. (Note that a standard analog clock won't tell you whether it's am or pm--you'll have to figure that out yourself !) (Catatan bahwa jam analog standar tidak akan memberitahu Anda apakah itu pagi atau pm - you'll harus memahami hal itu sendiri !)

  2. 2 2
    Look at the long hand for the minutes . Lihatlah tangan panjang untuk menit. There are twelve numbers on the clock face, and each number represents five minutes. Ada dua belas angka pada tampilan jam, dan jumlah masing-masing mewakili lima menit. Beginning at twelve, count five minutes for every time the long hand passes a bigger number (see the table below). Mulai pukul dua belas, hitung lima menit untuk setiap kali tangan panjang melewati angka yang lebih besar (lihat tabel di bawah). If the long hand is on the 4, it is 4 x 5, or 20 minutes past the hour. Jika tangan panjang pada 4, itu adalah 4 x 5, atau 20 menit terakhir jam. Here's how many minutes past the hour each number represents, if the long hand is pointing right at it: Berikut berapa menit terakhir jam setiap nomor mewakili, jika tangan panjang menunjuk langsung pada benda itu:

    • 12 = :00 12 =: 00
    • 1 = :05 1 =: 05
    • 2 = :10 2 =: 10
    • 3 = :15 3 =: 15
    • 4 = :20 4 =: 20
    • 5 = :25 5 =: 25
    • 6 = :30 6 =: 30
    • 7 = :35 7 =: 35
    • 8 = :40 8 =: 40
    • 9 = :45 9 =: 45
    • 10 = :50 10 =: 50
    • 11 = :55 11 =: 55
  3. 3 3
    If you need to know the time more specifically, some clock faces have four markers between each number . Jika Anda perlu untuk mengetahui waktu lebih spesifik, jam beberapa wajah memiliki empat penanda antara jumlah masing-masing. Each marker signifies an additional minute. Setiap penanda menandakan satu menit tambahan. If there are no markers, look at where between the numbers the long hand is pointing. Jika tidak ada spidol, melihat di mana antara angka-angka panjang tangan menunjuk. If it's it's before the halfway point, it's 6:31 or 6:32. Jika itu sebelum titik tengah, itu 06:31 atau 6:32. If it's after the halfway point, it's 6:33 or 6:34. Jika setelah titik tengah, itu 06:33 atau 6:34.
  4. 4 4
    Look to see if there is another hand that spins around or is moving quickly, that is the seconds hand . Lihat untuk melihat apakah ada tangan lain yang berputar atau bergerak cepat, yang adalah tangan detik. Some clocks don't have it, and in any case, it's optional whether to read the seconds hand. Beberapa jam tidak memilikinya, dan dalam hal apapun, itu opsional apakah untuk membaca tangan detik. If you'd like to read the seconds hand, read it like you read the minutes hand. Jika Anda ingin membaca tangan detik, membacanya seperti Anda membaca tangan menit. Each of the large numbers represents 5 seconds. Masing-masing dari sejumlah besar mewakili 5 detik. If the second hand is on the eight, then it's 8 x 5 or 40 seconds past the minute. Jika tangan kedua adalah pada delapan, maka itu detik 8 x 5 atau 40 menit terakhir.
  5. 5 5
    Put all the information together . Masukkan semua informasi bersama. If the short hand is between 7 and 8 and the long hand is on the 4 then it is 7:20. Jika tangan pendek adalah antara 7 dan 8 dan tangan panjang pada 4 maka itu adalah 7:20. If the third hand is on the 8, then it's 7:20 and forty seconds. Jika tangan ketiga adalah pada 8, maka itu 7:20 dan empat puluh detik.

Kamis, 28 Oktober 2010

Ketawa.com

H sampai O

Saat mengajar Pelajaran Kimia, seorang guru bertanya kepada muridnya.

Guru: "Apakah unsur pembentuk air?"

Bani: "H, I, J, K, L, M, N, O."

Guru: "Itu bukan yang aku ajarkan selama ini."

Dani: "Aku kira jawabannya itu. Kan Pak Guru sendiri yang bilang H20 (baca: H to O [H sampai O])

 

Lima Buah Kacamata

Ahmad : "Untuk apa kakek memiliki lima buah kacamata ?"

Kakek : "Satu untuk membaca, satu untuk menonton film, satu untuk jalan-jalan dan satu lagi untuk di pakai sehari-hari."

Ahmad : "Lalu yang satunya lagi ?"

kakek : "Untuk menemukan keempatnya kalau hilang."

Dipaksa Jatuh Cinta

Pak Dedy seorang dosen yang masih melajang, suatu hari dengan santai masuk ruang kelasnya seperti biasa. Tetapi kali ini ia sangat terkejut bercampur marah. Hal ini karena semua mahasiswinya berdandan sangat menor dan duduk di depan.

Supri: "Ada apa Pak, kok membanting pintu segala?"

Dedy : "Lihat para mahasiswi itu, masa saya dipaksa jatuh cinta!"

Supri: "Oh...!" (Sambil tertawa)

40 Fakta Dunia Terlucu

1. Coca-cola dulu berwarna hijau.
2. Nama yang paling umum digunakan di dunia adalah Mohammed.
3. Dalam bahasa inggris, semua nama benua diawali dan diakhiri dengan huruf vokal yang sama.
4. Otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah.
5. Setiap orang di USA punya 2 kartu kredit!
6. TYPEWRITER adalah kata terpanjang yang dapat diketik dalam satu baris tuts keyboard anda.
7. Perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada laki-laki.
8. Menahan nafas tidak akan membuatmu mati.
9. Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.
10. Kalau ada orang mengucapkan doa setiap kali ada yang bersin karena memang setiap kali kau bersin, jantungmu berhenti satu milisecond.
11. Secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke langit.
12. Ucapkan “sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick” beberapa kali, nanti anda akan mahir berbahasa inggris!
13. Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian.
14. Setiap raja dalam kartu remi melambangkan raja-raja besar jaman dahulu kala:

Raja sekop - Raja Daud
Raja keriting - Alexander Agung
Raja hati - Raja Charlemagne
Raja wajik - Julius Caesar

15. 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987, 654,321
16. Kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki depan kuda itu naik di udara, itu tandanya orang itu mati dalam perang.
17. Kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti orang itu cuma terluka dalam perang.
18. Kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti orang itu meninggal karena sakit.
19. Apa persamaan rompi anti peluru, printer laser, tangga darurat dan wiper mobil? Jawabannya: semua ditemukan oleh perempuan! Hah!
20. Satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk? Jawaban: madu.
21. Buaya nggak bisa melet lidah.
22. Siput bisa tidur selama 3 tahun.
23. Semua beruang kutub KIDAL!
24. American Airlines menghemat $40,000 tahun 1987 dengan cara mengurangi 1 buah olive dari setiap piring salad yang mereka sajikan untuk penumpang kelas 1.
25. Indera perasa kupu-kupu ada di kaki.
26. Gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat.
27. Selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang dipelihara di rumah cuma itu-itu saja.
28. Rata-rata manusia lebih takut pada laba-laba daripada kematian.
29. Shakespeare menemukan kata: “Assassination” dan “bump”
30. Dengan menggunakan cara mengetik 10 jari, STEWARDESSES adalah kata terpanjang yang bisa diketik hanya dengan jari-jari tangan kiri.
31. Semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti hama
32. Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi
33. Jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh 30 kaki.
34. Dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari sejuta anak tikus!
35. Memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!
36. Pemantik ditemukan sebelum korek api.
37. Setiap lipstik mengandung sisik ikan.
38. Seperti sidik jari, lidah manusia pun mempunyai kontur yang berbeda-beda.
39. 99% orang yang membaca tulisan ini mencoba mengalikan fakta no. 15
40. Dan akhirnya, 99% orang yang baca tulisan ini pasti mencoba menjilat siku :D

 

Update Status Facebook Dengan Tri

Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah. Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya. Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya

Karena penasaran, diriku pun bertanya…

“Mas Jason…” (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama pelanggannya) “Son… mie ayamnya siji maning sooon…, sedang apa kok asik bener di pojokan?” tanyaku.

“Eh mas ganteng… (satu hal yang aku suka dari Jason adalah: Orangnya suka bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!…”

WADEZIG!!!

“Weehhh… njenengan fesbukan juga to??” tanyaku heran.

“Ya iyalah mas… hareee geneee ga fesbukan?!? Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata pak Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mas…”

GLEK!! Kalah gw! Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo ada yang namanya Hermawan Kereta Jaya.

“Emang mas statusnya apa?” tanyaku penasaran.

“Nih mas aku bacain: Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah, beli empat gratis timbang badan… takutnya anda obesitas… segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi. Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati… ampela, usus dan jeroan ayam lainnya…”

GUBRAK!!!

Dua kosong untuk mas Jason…

Gw yang udah lama fesbukan aja gak bisa bikin status se-atraktif dia.

Tapi ada yang aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake, aku kira henponnya blekberi atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake internetan. Selidik punya selidik, ternyataa… henponnya lawas bin jadul… HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar kayak radio AM.

“Mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasa halusnya henpon lawas) Gimana caranya??”

“Owwh… gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri?” jawab dia datar.

“Ohh… mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?”

“Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati… Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam! Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status saya, lha wong dia tiap hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali… murah to…”

Mendadak kepalaku pusing…

Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga, aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas Jason…

BRUK!!

“Lho mas… mas… jadi beli mie ayam ndak… kepriben iki?”

MAU UPDATE STATUS GRATIS?
PAKE TRI!
MAU???

 

Menghilangkan Kebiasaan Menghisap Jempol

Ada seorang anak kecil yang punya kebiasaan buruk mengisap jempolnya. Ibunya akhirnya mengatakan kepadanya bahwa jika dia tidak berhenti mengisap ibu jarinya, ia akan menjadi gemuk.

Dua minggu kemudian, ibunya bertemu dengan teman-temannya. Anak itu memandang salah satu teman ibunya yang sedang hamil dan berkata, "Ah, ha! Aku tahu apa yang telah anda lakukan!"

 

Konser Anang-Syahrini Batal Karena Ngambek

Konser musik senilai milyaran rupiah yang dijadwalkan berlangsung di Senayan minggu ini pun terancam batal. Pasalnya, Anang ngambek, tak mau manggung. Ia ogah tampil di panggung. Karena Anang tak mau tampil, Syahrini pun ikut terkena getahnya.

Padahal artis pendukung konser tersebut tidak main-main. Selain Anang, Ada penampilan band COKELAT dan GIGI. Panitia pun resah.

Saat ditemui para wartawan di belakang panggung, wajah Anang nampak kesal. Manyun. Panitia marah-marah. Anang dicap plin-plan dan belagu. Selidik punya selidik, tak tahunya Anang ngambek karena di spanduk yang tersebar di jalanan tertulis:

SAKSIKAN...!! GIGI ANANG COKELAT...

 

 

Sopir yang Menjadi Dosen Filsafat

Seorang filsuf terkenal sangat disegani oleh sopirnya yang selalu ikut mendengarkan setiap ceramah bosnya tentang moralitas dan etika.

Kemudian suatu hari si sopir mendekati sang filsuf dan bertanya apakah ia bersedia untuk bertukar peran pada kuliah berikutnya, sang filsuf menjadi sopir, dan sang sopir yang akan menjadi dosen dan mengisi kuliah. Sang filsuf setuju.

Materi kuliah dibawakan dengan sangat baik oleh si sopir. Ketika tiba saatnya pertanyaan dari para peserta, seorang wanita di belakang bertanya, "Apakah pandangan epistemologis alam semesta masih berlaku dalam dunia eksistensialis?"

"Itu adalah pertanyaan yang sangat sederhana," jawab sang sopir (yang sedang menyamar menjadi dosen), "Terlalu sederhana, bahkan sopir saya bisa menjawab pertanyaan itu, dan itulah yang akan ia lakukan."

 

Tragedi Kentut Wanita Cantik

Waktu lagi nongkrong di Starbuck, seorang wanita cantik tiba-tiba sudah tidak tahan ingin kentut.

Waktu itu suara musiknya sangat keras, dan dia kentutin sesuai beat musiknya. Setelah beberapa lagu, dia merasa enakan dan menghabiskan Latte-nya.

Ketika dia berdiri, dia heran karena banyak mata memandanginya. Tiba-tiba dia ingat, dia tadi dengerin musik nya pake headset.

 

 

Menghitung Jumlah Domba dengan Cepat

Aktuaris dan petani yang bepergian dengan kereta api. Ketika mereka melewati kawanan domba di padang rumput, aktuaris itu berkata, "Ada 1.248 domba di luar sana."

Petani itu menjawab, "Hebat sekali! Secara kebetulan, aku kenal pemiliknya. Dan angka tersebut mutlak benar. Bagaimana kau menghitungnya begitu cepat?"

Aktuaris itu menjawab, "Mudah, saya hanya menghitung jumlah kaki domba itu lalu dibagi empat..."


Seorang karyawan meminta kenaikan gaji kepada Direktur perusahaannya.

“Apa?” kata direktur itu, “Naik gaji? Engkau tak bekerja apapun disini. Coba lihat, Satu tahun ada 365 hari. Jam kerja dalam sehari 8 jam, itu berarti sepertiga hari, jadi dalam setahun ada 122 hari kerja. Kantor tutup pada hari Minggu, jadi berkurang 52 hari, tinggal 70 hari. Kemudian kau mendapat cuti dua minggu, jadi berkurang lagi 14 hari, tinggal 56 hari. Paling sedikit ada 4 hari libur dalam setahun, jadi tinggal 52 hari. Di kantor ini Sabtu juga libur. Nah, ada 52 hari Sabtu dalam setahun. Jadi sebenarnya kau tak pernah bekerja di perusahaan ini. Dan kini kau minta kenaikan gaji”

Karyawan: "????"



Payudara Terasa Keras dan Sakit

Seorang wanita yang cantik dan seksi pergi ke Dokter untuk mengkonsultasikan penyakitnya.

Pasien : "Dok, payudaraku kok terasa keras sekali dan sakit ya?"

Kemudian si Dokter mulai memeriksa dengan memegang payudara wanita tersebut untuk beberapa saat, dan si pasien kembali bertanya

Pasien : "Jadi bagaimana dok?"

Dokter : "Umm,.. Ini sepertinya penyakit menular. Sekarang penis saya yang keras dan sakit.”

                                       -----------------------------------------


 Wartawan Melaporkan Kecelakaan

Seorang wartawan pemula untuk koran dis ebuah kota kecil itu dikirim pada tugas pertamanya. Dia menyampaikan laporan berikut untuk editornya. "Mrs Smith terluka dalam sebuah kecelakaan mobil hari ini. Dia sudah mulai pulih di County Hospital dengan luka di payudaranya.."

Editor memarahi wartawan baru itu, "ini adalah koran keluarga. Kami tidak menggunakan kata-kata seperti payudara di sini. Sekarang kembali dan menulis sesuatu yang lebih tepat!"

Reporter muda berpikir panjang dan keras. Akhirnya dia menyerahkan Editor laporan berikut. "Mrs Smith terluka dalam sebuah kecelakaan mobil hari ini. Dia sudah mulai pulih di County Hospital dengan luka di 
( . ) ( . ) nya"
 
                                            -----------------------------

Mama Seorang Pelacur

Dalam pelajaran IPS di kelas nol kecil, Bu Guru mengenalkan jenis-jenis pekerjaan orang. Kemudian setiap anak diminta menyebutkan pekerjaan ibunya masing-masing.

Suzy : "Mamaku guru SMA."
Budi : "Mamaku punya toko."
Joni : "Mamaku seorang pelacur..."

Jawaban Joni membuat Bu Guru kaget gak karuan. Langsung saja Joni disuruh menghadap Bapak Kepala Sekolah. Sekitar lima belas menit kemudian Joni kembali ke kelas, sambil tersenyum-senyum sambil menunjukkan apel di tangannya.

Bu Guru: "Apa yang dikatakan Bapak Kepala Sekolah padamu?"
Joni : "Setiap pekerjaan adalah mulia dan punya sumbangan pada ekonomi. Kemudian beliau minta nomor HP mama, setelah itu ngasih apel."
Bu Guru: "???"
 
 

Kangguru Kabur dari Kandangnya

Seekor kangguru bisa keluar dari kandangnya di kebun binatang setiap hari. Mengetahui bahwa ia bisa melompat tinggi, para pengurus kebun binatang memasang pagar sepuluh kaki. Dia keluar pagi berikutnya, hanya namun jalan-jalan di sekitar kebun binatang. Lalu mereka memasang pagar dua puluh kaki. Sekali lagi ia bisa keluar dari kandang. Ketika pagar itu empat puluh kaki tingginya, unta yang ada di samping kandang kanguru bertanya, "Seberapa tinggi Kamu pikir mereka akan membuatnya?"

Kanguru itu berkata, "Sekitar seribu kaki, kecuali seseorang mengunci pintu di malam hari!"
 
 

Kisah Ayam Bangkok dan Ayam Kampung

Seekor ayam kampung dijual oleh pemiliknya ke pasar di kota untuk membeli sembako. Di pasar ayam tersebut dibeli oleh orang yang memiliki ayam bangkok jantan yang gagah. Ayam kampumg tadi akan dijadikan bibit karena bodynya bongsor dan bagus. Sesampainya di rumah, ayam kampung tadi dilepaskan di pekarangan belakang rumah yang luas.

Tiba tiba ayam bangkok jantan berlari kencang mendekati ayam kampung tadi. Ayam kampung yang baru saja dilepas kaget dan lari secepat-cepatnya. Dia lompat ke pagar, si jantan ikut lompat. Dia lompat ke jendela, si jantan pun lompat juga. Aksi kejar mengejar terus berlangsung sampai akhirnya si ayam kampung sempat melihat tumpukan kayu dan segera masuk kedalamnya. Maka selamatlah dia.

Si ayam jantan sambil terengah-engah berteriak : "Kurang ajar, dasar kampungan!!!, keluar kau!!"

Ayam kampung : "Biarin! memang saya ayam kampung!!!"
 
 

Minggu, 10 Oktober 2010

Remember

Strum the tune of your existance
And sing that you’re here
A new journey is beginning now

Each of the ever-changing seasons
We live through
Gives us wisdom and strength
 (Just looks like a survival game)
But when it comes to the love we left behind
In the flow of time
We’ve even forgotten how to forget about it

When I began to crumble I learned what loneliness was
And then we met, we’re not alone

Lay your feelings bare
Along with the huge love nyou feel
The tears you cry will change your destiny
Let your heartbeat echo through the dark
We’re sure to meet
At the flag of that same pain

I wandered, trying to find
Something precious that wouldn’t change
Amid my ever-changing memories

Meeting you at the edge of oblivion
Gave me a small but sure warmth

Lay your feelings bare
Along with the huge love nyou feel
The tears you cry will change your destiny
Let your heartbeat echo through the dark
We’re sure to meet
At the flag of that same pain

Lay your feelings bare
Along with the huge love nyou feel
The tears you cry will change your destiny
Let your heartbeat echo through the dark
We’re sure to meet

Strum the tune of your existance
And sing that you’re here
Let it ring out into the red moonlit sky



Kakinarase sonzai wo
Koko ni iru to...
Arata na tabi ga ima hajimaru

Kawariyuku kisetsu no naka wo
Ikinuku tabi ni bokura
Chie to tsuyosa wo te ni ireta kedo
(Just looks like a survival game)
Nagareteku jikan no naka ni
Okizari ni shita omoi wo
Wasureta koto sura wasurete ita

Kuzure kaketa toki kodoku wo shitte
Deaeta bokura hitori ja nai

Sarakedase kanjou wo
Banjou no omoi wo
Namidame ga unmei wo kaete yuku
Yami ni uchi narase kodou wo
Kitto aeru yo
Onaji itami no hata no moto de

Utsuri yuku kioku no naka de
Kawaranai taisetsu na mono wo
Mitsukedasou to shite samayotte ita

Boukyaku no hate de deaeta no wa
Wazuka demo tashika na nukumori

Sarakedase kanjou wo
Banjou no omoi wo
Namidame ga unmei wo kaete yuku
Yami ni uchi narase kodou wo
Kitto aeru yo
Onaji itami no hata no moto de

Sarake dase kanjou wo
Banjou no omoi wo
Namidame ga unmei wo kaete yuku
Yami ni uchi narase kodou wo
Kitto aeru yo

Kaki narase sonzai wo
Koko ni iru to...
Hibike ano akatsuki no sora ni

Senin, 13 September 2010

"Everytime"

It was three AM when you woke me up
And we jumped in the car and drove as far as we could go
Just to get away
We talked about our lives
Until the sun came up
And now I'm thinking about
How I wish I could go back
Just for one more day
One more day with you

Everytime I see your face
Everytime you look my way
It's like it all falls into place
Everything feels right
Ever since you walked away
You left my life in disarray
All I want is one more day
It's all I need: one more day with you

When the car broke down
We just kept walkin along
Til we hit this town
There was nothing there at all
But that was all okay
We spent all our money on stupid things
But if I looked back now, I'd probably give it all away
Just for one more day
One more day with you

Everytime I see your face
Everytime you look my way
It's like it all falls into place
Everything feels right
But ever since you walked away
You left my life in disarray
All I want is one more day
It's all I need: one more day with you

Now I'm sittin here, like we used to do
I think about my life and how now there's nothing I won't do
Just for one more day
One more day with you

Everytime I see your face
Everytime you look my way
It's like it all falls into place
Everything feels right (Everything feels right)
Everytime I hear your name
Everytime I feel the same
It's like it all falls into place
Everything feels right

You walked away
Just one more day
It's all I need, just one more day with you

Kamis, 09 September 2010

Hardware

1. Unit Masukan ( Input Device )
Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan. Input devices atau unit masukan yang umumnya digunakan personal computer (PC) adalah keyboard dan mouse, keyboard dan mouse adalah unit yang menghubungkan user (pengguna) dengan komputer. Selain itu terdapat joystick, yang biasa digunakan untuk bermain games atau permainan dengan komputer. Kemudian scanner, untuk mengambil gambar sebagai gambar digital yang nantinya dapat dimanipulasi. Touch panel, dengan menggunakan sentuhan jari user dapat melakukan suatu proses akses file. Microphone, untuk merekam suara ke dalam komputer.
Input device berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar sistem ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah dan menghasilkan informasi yang diperlukan. Data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer dapat berbentuk signal input dan maintenance input. Signal input berbentuk data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berbentuk program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Jadi Input device selain digunakan untuk memasukkan data dapat pula digunakan untuk memasukkan program. Berdasarkan sifatnya, peralatan input dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
• Peratalan input langsung, yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses. Contohnya : keyboard, mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet, scanner.
• Peralatan input tidak langsung, input yang melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses. Contohnya : punched card, disket, harddisk.
Unit masukan atau peralatan input ini terdiri dari beberapa macam peranti yaitu
a. Keyboard
Keyboard merupakan unit input yang paling penting dalam suatu pengolahan data dengan komputer. Keyboard dapat berfungsi memasukkan huruf, angka, karakter khusus serta sebagai media bagi user (pengguna) untuk melakukan perintah-perintah lainnya yang diperlukan, seperti menyimpan file dan membuka file. Penciptaan keyboard komputer berasal dari model mesin ketik yang diciptakan dan dipatentkan oleh Christopher Latham pada tahun 1868, Dan pada tahun 1887 diproduksi dan dipasarkan oleh perusahan Remington. Keyboard yang digunakanan sekarang ini adalah jenis QWERTY, pada tahun 1973, keyboard ini diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization). Jumlah tombol pada keyboard ini berjumlah 104 tuts. Keyboard sekarang yang kita kenal memiliki beberapa jenis port, yaitu port serial, ps2, usb dan wireless.
 gambar-211.jpg
Jenis-Jenis Keyboard :
1.) QWERTY
2.) DVORAK
3.) KLOCKENBERG
Keyboard yang biasanya dipakai adalah keyboard jenis QWERTY, yang bentuknya ini mirip seperti tuts pada mesin tik. Keyboard QWERTY memiliki empat bagian yaitu :
1. typewriter key
2. numeric key
3. function key
4. special function key.
1. Typewriter Key
Tombol ini merupakan tombol utama dalam input. Tombol ini sama dengan tuts pada mesin tik yang terdiri atas alphabet dan tombol lainnya sebagaimana berikut :
• Back Space
Tombol ini berfungsi untuk menghapus 1 character di kiri cursor
• Caps Lock
Bila tombol ini ditekan, maka lampu indikator caps lock akan menyala, hal ini menunjukkan bahwa huruf yang diketik akan menjadi huruf besar atau Kapital, bila lampu indicator caps lock mati, maka huruf akan menjadi kecil.
• Delete
Tombol ini berfungsi untuk menghapus 1 karakter pada posisi cursor
• Esc
Tombol ini berfungsi untuk membatalkan suatu perintah dari suatu menu.
• End
Tombol ini berfungsi untuk memindahkan cursor ke akhir baris/halaman/lembar kerja
• Enter
Tombol ini berfungsi untuk berpindah ke baris baru atau untuk melakukan suatu proses perintah.
• Home
Untuk menuju ke awal baris atau ke sudut kiri atas layar
• Insert
Tombol ini berfungsi untuk menyisipkan character.
• Page Up
Tombol ini berfungsi untuk meggerakan cursor 1 layar ke atas
• Page Down
Tombol ini berfungsi untuk Menggerakkan cursor 1 layar ke bawah
• Tab
Tombol ini berfungsi untuk memindahkan cursor 1 tabulasi ke kanan.
2. Numeric Key
Tombol ini terletak di sebelah kanan keyboard. tombol ini terdiri atas angka dan arrow key. Jika lampu indikator num lock menyala maka tombol ini berfungsi sebagai angka. Jika lampu indikator num lock mati maka tombol ini berfungsi sebagai arrow key.
3. Function Key
Tombol ini terletak pada baris paling atas, tombol fungsi ini ini terdiri dari F1 s/d F12. Fungsi tombol ini berbeda-beda tergantung dari program komputer yang digunakan.
4. Special Function Key
Tombol ini terdiri atas tombol Ctrl, Shift, dan Alt. Tombol akan mempunyai fungsi bila ditekan secara bersamaan dengan tombol lainnya. Misalnya, untuk memblok menekan bersamaan tombol shift dan arrow key, untuk menggerakan kursor menekan bersamaan ctrl dan arrow key.
b. Mouse
Mouse adalah salah unit masukan (input device). Fungsi alat ini adalah untuk perpindahan pointer atau kursor secara cepat. Selain itu, dapat sebagai perintah praktis dan cepat dibanding dengan keyboard. Mouse mulai digunakan secara maksimal sejak sistem operasi telah berbasiskan GUI (Graphical User Interface). sinyal-sinyal listrik sebagai input device mouse ini dihasilkan oleh bola kecil di dalam mouse, sesuai dengan pergeseran atau pergerakannya. Sebagian besar mouse terdiri dari tiga tombol, umumnya hanya dua tombol yang digunakan yaitu tombol kiri dan tombol kanan. Saat ini mouse dilengkapi pula dengan tombol penggulung (scroll), dimana letak tombol ini terletak ditengah. Istilah penekanan tombol kiri disebut dengan klik (Click) dimana penekanan ini akan berfungsi bila mouse berada pada objek yang ditunjuk, tetapi bila tidak berada pada objek yang ditunjuk penekanan ini akan diabaikan. Selain itu terdapat pula istilah lainnya yang disebut dengan menggeser (drag) yaitu menekan tombol kiri mouse tanpa melepaskannya dengan sambil digeser. Drag ini akan mengakibatkan objek akan berpindah atau tersalin ke objek lain dan kemungkinan lainnya. Penekanan tombol kiri mouse dua kali secara cepat dan teratur disebut dengan klik ganda (double click) sedangkan menekan tombol kanan mouse satu kali disebut dengan klik kanan (right click)Mouse terdiri dari beberapa port yaitu mouse serial, mouse ps/2, usb dan wireless.
 mouse
Gambar 2.12 Mouse Wireless
c. Touchpad
Unit masukkan ini biasanya dapat kita temukan pada laptop dan notebook, yaitu dengan menggunakan sentuhan jari. Biasanya unit ini dapat digunakan sebagai pengganti mouse. Selain touchpad adalah model unit masukkan yang sejenis yaitu pointing stick dan trackball.
 gambar-213a.jpggambar-213b.jpggambar-213c.jpg
Touch Pad                   Track Ball                     Pointing Stick
d. Light Pen
Light pen adalah pointer elektronik yang digunakan untuk modifikasi dan men-design gambar dengan screen (monitor). Light pen memiliki sensor yang dapat mengirimkan sinyal cahaya ke komputer yang kemudian direkam, dimana layar monitor bekerja dengan merekam enam sinyal elektronik setiap baris per detik.
gambar-214.jpg
Gambar Light Pen
e. Joy Stick dan Games Paddle
Alat ini biasa digunakan pada permainan (games) komputer. Joy Stick biasanya berbentuk tongkat, sedangkan games paddle biasanya berbentuk kotak atau persegi terbuat dari plastik dilengkapi dengan tombol-tombol yang akan mengatur gerak suatu objek dalam komputer.
gambar-215.jpg
Gambar Joy Stick dan Paddle Games
f. Barcode
Barcode termasuk dalam unit masukan (input device). Fungsi alat ini adalah untuk membaca suatu kode yang berbentuk kotak-kotak atau garis-garis tebal vertical yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk angka-angka. Kode-kode ini biasanya menempel pada produk-produk makanan, minuman, alat elektronik dan buku. Sekarang ini, setiap kasir di supermarket atau pasar swalayan di Indonesia untuk mengidentifikasi produk yang dijualnya dengan barcode.
 gambar-217.jpg Gambar Barcode Reader
gambar-216.jpg  Gambar Barcode
g. Scanner
Scanner adalah sebuah alat yang dapat berfungsi untuk meng-copy atau menyalin gambar atau teks yang kemudian disimpan ke dalam memori komputer. Dari memori komputer selanjutnya, disimpan dalam harddisk ataupun floppy disk. Fungsi scanner ini mirip seperti mesin fotocopy, perbedaannya adalah mesin fotocopy hasilnya dapat dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya dapat ditampilkan melalui monitor terlebih dahulu sehingga kita dapat melakukan perbaikan atau modifikasi dan kemudian dapat disimpan kembali baik dalam bentuk file text maupun file gambar. Selain scanner untuk gambar terdapat pula scan yang biasa digunakan untuk mendeteksi lembar jawaban komputer. Scanner yang biasa digunakan untuk melakukan scan lembar jawaban komputer adalah SCAN IR yang biasa digunakan untuk LJK (Lembar Jawaban Komputer) pada ulangan umum dan Ujian Nasional. Scan jenis ini terdiri dari lampu sensor yang disebut Optik, yang dapat mengenali jenis pensil 2B. Scanner yang beredar di pasaran adalah scanner untuk meng-copy gambar atau photo dan biasanya juga dilengkapi dengan fasilitas OCR (Optical Character Recognition) untuk mengcopy atau menyalin objek dalam bentuk teks.
gambar-218.jpg
Gambar Scanner
Saat ini telah dikembangkan scanner dengan teknologi DMR (Digital Mark Reader), dengan sistem kerja mirip seperti mesin scanner untuk koreksi lembar jawaban komputer, biodata dan formulir seperti formulir untuk pilihan sekolah. Dengan DMR lembar jawaban tidak harus dijawab menggunaan pensil 2 B, tapi dapat menggunakan alat tulis lainnya seperti pulpen dan spidol serta dapat menggunakan kertas biasa.
h. Kamera Digital
Perkembangan teknologi telah begitu canggih sehingga komputer mampu menerima input dari kamera. Kamera ini dinamakan dengan Kamera Digital dengan kualitas gambar lebih bagus dan lebih baik dibandingkan dengan cara menyalin gambar yang menggunakan scanner. Ketajaman gambar dari kamera digital ini ditentukan oleh pixel-nya. Kemudahan dan kepraktisan alat ini sangat membantu banyak kegiatan dan pekerjaan. Kamera digital tidak memerlukan film sebagaimana kamera biasa. Gambar yang diambil dengan kamera digital disimpan ke dalam memori kamera tersebut dalam bentuk file, kemudian dapat dipindahkan atau ditransfer ke komputer. Kamera digital yang beredar di pasaran saat ini ada berbagai macam jenis, mulai dari jenis kamera untuk mengambil gambar statis sampai dengan kamera yang dapat merekan gambar hidup atau bergerak seperti halnya video.
gambar-219.jpg
Kamera Digital
i. Mikropon dan Headphone
Unit masukan ini berfungsi untuk merekam atau memasukkan suara yang akan disimpan dalam memori komputer atau untuk mendengarkan suara. Dengan mikropon, kita dapat merekam suara ataupun dapat berbicara kepada orang yang kita inginkan pada saat chating. Penggunaan mikropon ini tentunya memerlukan perangkat keras lainnya yang berfungsi untuk menerima input suara yaitu sound card dan speaker untuk mendengarkan suara.
gambar-220.jpg
Gambar headphone
j. Graphics Pads
Teknologi Computer Aided Design (CAD) dapat membuat rancangan bangunan, rumah, mesin mobil, dan pesawat dengan menggunakan Graphics Pads. Graphics pads ini merupakan input masukan untuk menggambar objek pada monitor. Graphics pads yang digunakan mempunyai dua jenis. Pertama, menggunakan jarum (stylus) yang dihubungkan ke pad atau dengan memakai bantalan tegangan rendah, yang pada bantalan tersebut terdapat permukaan membrane sensitif sentuhan ( touch sensitive membrane surface). Tegangan rendah yang dikirimkan kemudian diterjemahkan menjadi koordinat X – Y. Kedua, menggunakan bantalan sensitif sentuh ( touch sensitive pad) tanpa menggunakan jarum. Cara kerjanya adalah dengan meletakkan kertas gambar pada bantalan, kemudian ditulisi dengan pensil.

Rabu, 08 September 2010

Galaxy Classification

alaxies show a vast range of forms, and faced with any such situation we would like to seek any underlying patterns. This allows a compact description of individual objects, and if we are fortunate will lead to physical understanding (the prototype system of this kind is the MK stellar classification). Galaxy classification has developed with this aim, from rough description of an image through distinctions among components with different astrophysical properties.
It is important to keep in mind that existing schemes are based on the appearance of a galaxy at optical wavelengths (usually in blue light), over the range of surface brightness conveniently recordable from the Earth's surface. As such, these classifications are dominated by certain components of galaxies. There are crude hand-waving arguments implying that any outer faint structure might not be fundamental dynamically - based on lack of star formation there and the small number of crossing times at such distances - but we certainly need to check, and in fact very deep imaging has shown some surprising structures. The original definition of classification criteria in blue light also has implications for use on galaxies at substantial redshifts, where we typically view in the emitted ultraviolet. Recent surveys in the UV and near-IR have led to the notion of a "morphological K-correction", a shift in stage of the morphological classification due to changes in observed wavelength. This becomes especially important if we want to compare populations of galaxies at very different redshifts, so that different sets of galaxies are seen at different emitted wavelengths. As a specific example of how galaxies can change in appearance, here is a multiwavelength series of images of M81 = NGC 3031. Some of the same effects can be seen by comparing (observed) optical and near-infrared structures of faint galaxies, such as this example from WFPC2 and NICMOS imaging in the Hubble Deep Field.
These are, left to right: a ROSAT image, from data archived at HEASARC; a color-mapped UV image from GALEX; an optical color image, from data provided by G. Bothun; a near-IR image from the 2MASS atlas [Atlas Image obtained as part of the Two Micron All Sky Survey (2MASS), a joint project of the University of Massachusetts and the Infrared Processing and Analysis Center/California Institute of Technology, funded by NASA and the NSF], and a 70-μ image from Spitzer.
Comparing these images, starlight from the general population is important from the UV to the near-IR. Only recent star formation is important in the mid-UV, with the bulge vanishing. A more subtle shift occurs between optical and near-IR. Much of the bulge light can now be associated with a broad barlike oval distortion, and the spiral arms are now seen mostly by the light of red giants - not only are they smoother, but the ridge lines of the arms don't quite match those traced by young stars in the opti cal and UV. These young tracers tell where the density wave has driven cloud collapse, which may have a delay from the deepest potential perturbation and may not match the smoothed potential traced by the older stars.
Thought question: What kinds of galaxy classifications would have arisen if we had first encountered galaxies via the UV, or in the near-infrared? How about observing from downtown Rio or the surface of Pluto?
The earliest schemes were purely descriptive, dating to times before galaxies and gaseous nebulae could be distinguished. An example is Wolf's system from 1908, shown in Fig 1 of Sandage in SSS9:
Wolf nebular classification
Already sequences of disk systems with changes in inclination were recognized; Curtis used photographs of such systems to study the distribution of absorbing matter in the disks of spirals even before their nature was known.
The first overall scheme (which remains in widespread use) was that of Hubble. This system distinguishes ellipticals, spirals with and without bars, and irregulars. The classification criteria are:

  • Apparent shape of ellipticals.

  • Bulge strength and arm characteristics for spirals (arm characteristics through clumpiness or resolution most important). Spiral arms can sometimes be defined as much by dust as by blue stars. Hubble types can be conveniently arranged in the famous "Tuning Fork" diagram. The schematic example is taken from Realm of the Nebulae, as reprinted by Sandage 1975.
    Hubble's own tuning-fork diagram
    Ray White has posted a tuning-fork diagram using DSS images. Here is a version including some additional deeper CCD data I had lying around:
    Hubble tuning-fork illustration with real galaxies
    The "definitive" version of the Hubble classification was set out in Sandage's article in Galaxies and the Universe. Compared to Hubble's original conception, this version adds the S0 (lenticular) class between ellipticals and spirals. Hubble hypothesized such an intermediate class, but it was only recognized later. Galaxies are often called early (E and S0) or late (Sb,Sc, Irr) in type, a remnant of early notions that galaxies physically evolve along the Hubble sequence. Unfortunately, this nomenclature is opposite to that of the dominant stellar population in these types, and to the early-late nomenclature in the Yerkes classification.
    Classification of an elliptical galaxy image is straightforward, because there is so little structure present. Types E0-E7 are recognized, where the number gives the projected axial ratio. Specifically, an E0 galaxy appears circular (like M87), and in general for axial ratio b/a the number is 10(1-b/a). True ellipticals do not appear more flattened than E7, probably because there is a stability limit for nonrotating systems near this shape. Note that even the ellipticity is not completely well-defined, as many ellipticals have changes in ellipticity with radius or isophotal twists. Most appear to be triaxial systems.
    Spirals are divided into ordinary (S) and barred (SB) families, with a stage from S(B)a ("early" types, large bulge, tightly wound and fairly smooth arms) to S(B)c ("late" spiral, small bulge, loosely would arms, arms very textured with star-forming regions). As noted in the Hubble atlas, some spirals have arms patterns defined more by the dust lanes than by starlight per se. NGC 253 is a prominent example. For much of its extent, I find the foreground galaxy in NGC 3314 to be a personal favorite of this kind.
    This classification has gained such currency because (1) it is simple and thus accomodates the great majority of bright galaxies and (2) it is our great fortune that it correlates well with astrophysical quantities like bulge/disk ratio, gas content, star-forming properties, spectrum, chemical composition of ISM, etc. This is especially nice since the classification was originally designed solely to describe galaxies' appearance on photographs! Several refinements toward a continuous sequence have been made. Sandage not only explicitly recognized transition S0 galaxies, but found subtypes depending on the amount of dust in the disk plane (and strength of the disk) denoted S0-, S0,S0+ as in the Hubble Atlas. S0 systems pose some interesting problems of recognition when not seen close to edge-on, since they are tough to tell from ellipticals with extended envelopes.
    de Vaucouleurs introduced several important features:

  • (1) continuity of barred and nonbarred spirals (through mixed types SA-SAB-SB)

  • (2) continuity of spirals into irregulars Sc-Scd-Sd-Sdm-Sm-Im (m means Magellanic, the LMC being the prototype).

  • (3) description of the spiral structure is paramount, rather than some resolution estimate. This makes classification less sensitive to an observer's allowance for seeing or equipment changes. He introduced classes depending on whether the inner structure is ringlike or purely spiral, with mixed types recognized: (r),(rs),(sr),(s). The stage along the sequence still runs a-c (adding, in fact, stages d and m - for Magellanic types - out beyond Sc) as in the original Hubble class. For tabulation in the Reference Catalogs and convenient numerical use, a type T is often used which is -1 for S0, 0 for S0/a, on through 5 for Sc and 9 for Im. More negative values denotes various subsets of ellipticals with or without envelopes. The article by de Vaucouleurs in Handbuch der Physik (1959, 53, 275) sets out his detailed classification principles with photographic examples.

  • (4) the notion of a ``classification volume" rather than a one dimensional sequence. The classification volume is depicted in this sketch, most recently reproduced by Combes and Buta (1996, Fund. Cosmic Phys. 17, 95) and posted by permission of Ron Buta:
    De
Vaucouleurs classification volume
    The artist's conception below shows how the SA/SB and r/s classes interact at stage Sb (from Fig.1 of the RC1, likewise scanned in Combes and Buta (1996) and reposted courtesy of Ron Buta). A typical classification in the de Vaucouleurs system looks like SAB(rs)bc (in fact, this is the alleged type of our own galaxy).
    De Vaucouleurs family illustration

  • (5) Recognition of outer ring (prepended R) and pseudoring - denoted by initial (R) - structures. van den Bergh recognized an additional family of smooth-armed ("anemic") spirals, considering now that there exist parallel sequences S0,A,S. Thus the tuning fork becomes a trident (see Fig. 5-8 of Mihalas and Binney). These are most common in pretty rich clusters, but don't seem to be numerous for later Hubble types (small bulge:disk ratios), and the question immediately presents itself as to whether anemic spirals are waypoints between "normal" spirals and S0 systems.
    He has also introduced the luminosity class, ranging from I-V, which is based on the degree of order in the spiral pattern. Sc I galaxies have very long organized arms, Sc Vs have very poorly organized patterns. These classes do correlate with absolute magnitude, although not as tightly as first hoped. One still occasionally reads of Sc I spirals as the brightest such objects, used as rough standard candles. Even with the luminosity class from arm structure, the appearance of a spiral is not a reliable guide to its linear size (something that David Block stressed years ago in an atlas published at Fort Hare, South Africa). Pretty similar-looking spirals can often differ in size by a factor 5 - M81 is a pretty small spiral compared to some of the ones in Virgo, and NGC 309, UGC 2885, NGC 3312, and NGC 6872 are huge (the largest extending to observed diameters more than 250 kpc for H0=50). van den Bergh has described many classification issues, morphological and quantitative, in Galaxy Morphology and Classification (Cambridge, 1998).
    The Yerkes (or Morgan) scheme uses strictly the relative prominence of disk and bulge (the Hubble classification includes arm structure) - these are generally correlated, but not uniquely. This classification uses a form factor E,S,B, or D (for symmetric but non-E or S systems) and inclination class 1-7 (7 most elongated) plus a spectroscopic type corresponding to the nearest stellar equivalent to the spectroscopic appearance of a typical galaxy of similar morphological structure (confused yet?). This ranges from a-k, so Yerkes types look like Egk1, Iaf3, Sfg7, Bg4. The spectroscopic class is based on visual inspection of the image even though it looks like a spectral type. The system was defined and illustrated in PASP 70,364 (1958), ApJ 135,1 (1962), ApJ 142, 1364 (1965), and AJ 76,1000. The types most used from this system are some of the outliers: N-galaxies whose light is dominated by an unresolved nucleus, and cD galaxies for supergiant (spectroscopic nomenclature c) galaxies with extended envelopes. As noted in van den Bergh's book, the concentration changes little over the Hubble type range E-S0-Sa, and changes a great deal within the Sc class, graphically demonstrating that physical properties for any kind of purely morphological classification may have a highly nonlinear mapping to that classification's criteria, even when we are fortunate enough for there to be a useful mapping at all. Classifications of this kind, based on light concentration, have received renewed interest in the context of high-redshift galaxies, and with the recognition that they can be made robust even for poorly resolved systems by appropriate modelling.
    Vorontsov-Velyaminov produced a purely descriptive scheme that incorporates peculiarities such as three-armed spirals and gamma-forms. This accomodates most of the oddballs that the Hubble scheme doesn't, but does not yet allow a continuous sequence. It was illustrated in vol. 1 of the MCG. This points up various attitudes toward galaxies that don't really fit in systems like the Hubble classification - is it right to force them into one of the bins? How peculiar is peculiar? As transient phenomena, should interaction-induced distortions be dignified with a place in the scheme et all? (De Vaucouleurs wrote several times that we don't have a special model name for the prodicts of an automotiove collision. But then cars aren't self-gravitating systems).
    Spiral structure has been divided into grand-design and flocculent types, depending on the level of organization. The Elmegreens (1982 MNRAS 201, 1021; 1987, ApJ 314, 3) use an index that distinguished these, still on a purely visual level. The arm class ranges from 1 ("chaotic, fragmented, unsymmetric spiral arms") to 12 ("two long symmetric arms dominating the optical disk") Such distinctions have been long noted (for example in the Hubble Atlas and in part in van den Bergh's luminosity classes), but interest in disk dynamics eventually provoked a separate numerical estimate of arm organization.
    Some galaxies fall outside the commonly recognized sequences. Many of these are "train wrecks", transient forms produced by the interaction or merger of galaxies. These forms include ring (not ringed) galaxies, polar rings, shells, and systems with tails, as well as double nuclei and highly asymmetric galaxies. Possibly related are what Hubble called Irr II and de Vaucouleurs calls I0 systems. The type example is M82; a galaxy with early-type stellar spectrum, but no particular spiral structure and amorphous appearance. These are almost always found in dense environments and appear to result from interaction-induced bursts of star formation.
    There have been numerous papers purporting to give a ``true" physical explanation for the Hubble sequence. Their authors are, to my mind, missing the point. Classification must begin as a descriptive process; the desired physical insight is a rather different thing.
    Basic references on classification: for the Hubble system, see the Hubble Atlas, Revised Shapley Ames Catalog, Sandage-Bedke NASA atlas, and Carnegie Atlas of Galaxies. Luminosity classification of spirals was described by van den Bergh in ApJ 131, 215 (1960) and ApJ 131, 558 (1960); the NASA atlas includes many examples. de Vaucouleurs (1977, Yale conference p. 43) discusses comparison of classification with quantitative parameters. Dwarf galaxies were not included in these original schemes; see Sandage and Binggeli 1984 (AJ 89, 919). Many useful references are given in van den Bergh's review (JRAS Canada 69, 57, 1975) and in Sandage, SSS vol 9. Dwarfs can be classified based on whether a distinct nucleus is present and on whether the structure is spheroidal or more irregular. Some fall in the low-surface-brightness (LSB) category, though this also includes very large and massive systems; our understanding of LSB galaxies and how they relate to other kinds is still in its infancy.
    Classification on these systems is fairly robust; experienced observers generally agree on a galaxy's Hubble type to a level DT = 0.7 on the scale where the range from, say, Sa to Sab is one unit (and automated systems can be trained to a similar level). So what is this system "telling" us? The Hubble type (or T) can be shown to correlate with:

  • bulge/disk luminosity ratio

  • relative H I content M(H I)/L(B)

  • mass concentration

  • stellar population

  • nuclear properties

  • chemical abundances in the ISM

  • star formation history and integrated stellar spectrum We may usefully consider many galaxies as composed of some "building blocks" whose scale and importance varies from galaxy to galaxy. These include a nucleus, bulge, lens, bar, spheroidal component, disk (with arms, rings,...), and an unseen halo which is significant for the mass distribution and dynamics. The order revealed by existing classification systems tells us that these are not really independent; disk/bulge correlates overall with arm morphology, for example. These relations hold clues to both the formation and evolution of galaxies (unfortunately not easy to tell which is which). Many simulations suggest that bar and ring structure may evolve; we would like to distinguish properties which are primordial, or at least permanent once acquired, from those that are temporary.
    There has been very interesting recent work on automated classification of galaxy images, and on classification from minimal information (that is, from poorly resolved images as we get at high redshift). A few brave souls have tackled the automated recognition of "peculiar" galaxies, which would be a prerequisite for thinking we understand how their abundance might change with redshift and environment. Most people who have worked with deep HST images have been impressed by how peculiar faint galaxies are as a class, and it's a key question how much of this is a real difference from the local Universe and how much arises from color and surface-brightness selection effects which favor detection not only of galaxies which are forming stars at the relevant epoch, but of those pieces of galaxies that are doing so.
    One approach to automated classification is to ask what set of analytic or empirical components (bulge, disk) best represent a galaxy's detected image, and what the expected errors (say in the χ2 sense) are. The limitation here is that even in perfectly ordinary galaxies, the fitted forms for these components vary, and many galaxies have images that overlap with neighbors or are dotted with brilliant star-forming regions. A quite different approach is taken by neural-network schemes. Here, one defines a set of input values based on the galaxy image, and trains the code using a large set of galaxies classified by eyeball (usually by several sets of eyeballs for a consistency check). The code then finds the set of hidden connections needed to give these outputs, and can apply this mapping to any further data desired. This is thought to be an analog of what the human brain does in learning to recognize patterns, though working backwards, it is not particularly clear just what the code is responding to in the image, except that it looks most like the typical image that it was taught to classify in this way. Neural net classifiers seem to be statistically about as good as human ones, which is especially impressive if one considers that people may fold in all sorts of outside knowledge as to redshifts and passbands in their estimates. A detailed comparison of human and neural classifiers was presented by Naim et al. 1995 (MNRAS 274, 1107).
    The drive to derive as much information as possible from the expensive images of distant galaxies has led to the use of very simple image moments to classify galaxies. The idea is much like that of the Yerkes classification - the light is more concentrated in earlier-type galaxies. One implementation, by Fukugita et al. (1995 ApJ 439, 584) used HST imagery as "ground truth", and ground-based images in mediocre seeing to classify. Knowledge of the PSF is crucial, since this enters into the mapping between true and observed concentration indices in their (concentration, mean surface brightness) diagram. Results which are valid even in a statistical sense are useful in mapping the content of galaxy clusters, or using survey data to cover large areas of the sky at low resolution. A similar scheme, but designed to augment the Hubble system, was described by Abraham et al. (1994, ApJ, 432, 75). These automated classifications are by and large outgrowths of a long-standing broader classification problem - separating star and galaxy images at the faintest limits. Conselice and colleagures have made extensive use of a simple system involving concentration, asymmetry, and smoothness (CAS) parameters. Concentration C is measured as (for example) the logarithmic ratio of the radii containing 90% and 50% of the light. Asymmetry uses the fact that an arbitrary function can be decomposed into even and odd parts, and the figure derived is the absolute value of the departures from symmetry. The S parameter is more complex and data-dependent to derive; it describes the fraction of light in a galaxy image contained in bright structures smaller than a set threshold scale. Very crudely, C maps to morphological stage, A to interaction histroy, and S to star-formation rate, but these mappings are broad enough that the most powerful use of CAS is in comparing galaxy samples against each other.
    Another frontier in classification problems is how we should classify galaxies in the UV or infrared. Only now are large enough samples (such as the IR galaxy atlas derived from 2MASS data by Jarrett) being observed to tackle such problems systematically, and preferably without direct reference to the optical properties. The UV issue long relied largely on UIT imagery, with some HST snapshots being done for more distant galaxies to augment the very limited data on nearby galaxies. This situation is being systematically improved with the nearly all-sky GALEX survey. It has already turned up not only the expected sensitive tracers of star formation in early-type galaxies, but a category of spirals with very blue, low-surface-brightness outer disks which must have an interesting history of star formation.
    Going against the grain of this trend to simplify classification in the interest of automation, the Galaxy Zoo project has employed the contributions of hundreds of thousands of volunteers to derive increasingly sophisticated visual classifications for nearly a million galaxies in the SDSS, turning up some surprises (blue ellipticals, red spirals, different growth histories for black holes in galaxies with and without disks...) I think this has been an excellent idea!